Fitur mode ECO pada mobil modern mampu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar hingga 5-15 persen saat digunakan di perkotaan yang padat.

Tingkat keiritan ini sangat bergantung pada karakter mengemudi dan kondisi jalan.

>>> Jaecoo J5 Tempuh Jarak 534 Kilometer dalam Uji Internal

Pemilik bengkel Iwan Motor Solo, Iwan, menjelaskan bahwa fitur ini mengubah karakter kendaraan agar lebih fokus pada efisiensi.

Respons pedal gas menjadi lebih halus dan transmisi otomatis lebih cepat berpindah ke putaran mesin rendah.

"Mode ECO pada dasarnya membantu membuat konsumsi BBM lebih irit, tapi pengaruhnya tidak terlalu signifikan. Umumnya bisa hemat sekitar 5 sampai 15 persen," ujar Iwan.

Sistem pada beberapa mobil juga membatasi suplai tenaga agar mesin tidak terlalu responsif.

Manfaat fitur ini optimal saat menghadapi lalu lintas kota yang macet atau saat melaju santai dengan kecepatan stabil.

>>> Ketahui Jangkauan SIM Indonesia di Luar Negeri dan Fungsi SIM Internasional

Namun, mode ECO tidak cocok diaktifkan di jalan menanjak atau saat membawa muatan penuh. Mobil akan terasa kurang bertenaga ketika pengemudi ingin menyalip kendaraan lain.

"Kalau jalan menanjak, muatan berat, atau sering nyalip itu kurang cocok karena tenaga terasa ngempos," kata Iwan.

Gaya berkendara tetap menjadi penentu utama keiritan bahan bakar. Fitur ECO tidak akan berpengaruh besar jika pengemudi sering menginjak pedal gas dalam-dalam.

Faktor efisiensi yang lebih besar terletak pada kondisi mesin yang prima, tekanan ban yang tepat, dan situasi kemacetan.

>>> Polri Perluas ETLE di Jalan Tol untuk Persiapan Zero ODOL 2027

Mode ECO hanya sebagai sistem pendukung karakter hemat mobil.