Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.278 gempa bumi mengguncang Sulawesi Utara dan sekitarnya selama April 2026.

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menyebut aktivitas tektonik tinggi di zona pertemuan lempeng dan subduksi menjadi pemicu utama.

>>> Jadwal Bioskop Murah Surabaya 22 Mei 2026 Lengkap dengan Harga Tiket

Konsentrasi gempa terbanyak terjadi di Laut Maluku, Batang Dua, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi.

Getaran dirasakan berulang oleh masyarakat di Manado, Bitung, hingga Maluku Utara.

Didominasi Gempa Dangkal

Zulkifli menjelaskan mayoritas gempa merupakan gempa dangkal di kerak bumi bagian atas.

Rincian kedalaman gempa meliputi 2.150 gempa dangkal, 125 gempa menengah, dan dua gempa dalam.

Kekuatan getaran berkisar antara Magnitudo 1,6 hingga maksimum Magnitudo 7,6.

Sebanyak 42 gempa dilaporkan dirasakan langsung oleh masyarakat.

>>> Sutradara Damian McCarthy Rilis Film Horor Hokum di Bioskop

Dipicu Gempa Susulan

Tingginya intensitas kegempaan dipicu oleh gempa susulan dari gempa utama Magnitudo 7,6 di Batang Dua.

Hingga akhir April 2026, tercatat 1.958 gempa susulan.

Dampak getaran dirasakan di Batang Dua, Ternate, Bitung, Manado, hingga Gorontalo.

Di Manado, intensitas mencapai IV–V MMI yang membangunkan warga. Di Ternate, intensitas V–VI MMI memicu kepanikan.

Aktivitas Masih Berlanjut

Aktivitas tektonik masih berlanjut hingga Jumat pagi, 22 Mei 2026, setelah gempa Magnitudo 5,8 mengguncang tenggara Bitung.

>>> Petugas Gulkarmat Bongkar Plafon untuk Padamkan Kebakaran di Kampus Binus

BMKG memastikan gempa terbaru tidak berpotensi tsunami dan mengimbau masyarakat waspada terhadap gempa susulan melalui kanal resmi.