Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca Semarang hari ini, Jumat 22 Mei 2026, akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau waspada, terutama saat siang dan sore hari.

>>> Gubernur Al Haris Salurkan Bantuan Pembangunan dan Doakan Jemaah Haji

Peningkatan intensitas hujan diperkirakan terjadi secara merata di seluruh kecamatan di Kota Semarang.

Prakiraan Cuaca Per Fase Waktu

BMKG membagi prakiraan cuaca Semarang hari ini menjadi tiga fase waktu utama.

Pada pagi hari pukul 07.00–12.00 WIB, langit umumnya diselimuti awan tebal.

Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Semarang bagian atas, seperti Kecamatan Gunungpati, Banyumanik, dan Mijen.

Memasuki siang hingga sore hari pukul 13.00–18.00 WIB, intensitas hujan meningkat dari ringan menjadi sedang secara merata di seluruh kecamatan, termasuk Semarang Tengah, Semarang Utara, dan Genuk.

Pada malam hari mulai pukul 19.00 WIB, hujan diprediksi berangsur reda menjadi gerimis atau hujan ringan di beberapa titik.

Langit tetap berawan tebal hingga dini hari.

Kondisi Suhu dan Kelembapan

Suhu udara di Semarang sepanjang hari ini berkisar antara 24 hingga 29 derajat Celsius.

>>> BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Bandung Hari Ini: Cerah Berawan Hingga Udara Kabur

Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, mencapai 85 hingga 95 persen.

Pada pukul 08.00 WIB, suhu udara tercatat 28 derajat Celsius, namun terasa seperti 32 derajat Celsius karena kelembapan tinggi.

Kelembapan udara saat itu mencapai 82 persen, dengan tutupan awan 66 persen dan curah hujan 1,06 mm.

Kecepatan angin tercatat 2 km/jam dari arah selatan tenggara, dengan indeks UV 2 dari 11.

Kecepatan Angin dan Jarak Pandang

BMKG mencatat kecepatan angin rata-rata hari ini berkisar 10–20 km/jam dari arah barat laut.

Jarak pandang di lapangan masih terpantau aman, lebih dari 10 km, dengan kecepatan angin permukaan relatif rendah di beberapa titik.

Masyarakat di area rawa atau pesisir pantai diimbau memantau informasi resmi pemerintah untuk mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem mendadak.

>>> Air Kelapa Murni Bisa Redakan Asam Lambung/GERD, Mitos atau Fakta?

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus menyiagakan pompa air di wilayah genangan, terutama di kawasan perbatasan dan pesisir yang rawan terdampak pasang surut air laut.