Peneliti Temukan Celah Keamanan YellowKey yang Mampu Bobol BitLocker Windows 11

Seorang peneliti keamanan siber anonim dengan nama samaran Nightmare-Eclipse menemukan celah keamanan yang mampu membobol sistem enkripsi full-volume BitLocker pada Windows 11.
Kerentanan yang diberi nama YellowKey ini digambarkan sebagai salah satu temuan paling berisiko. Peneliti menduga Microsoft sengaja menanamkan pintu belakang di dalam sistem proteksi data tersebut.
>>> Google Kenalkan Fitur Continue On di Android 17 untuk Permudah Pindah Perangkat
Prosedur eksploitasi YellowKey cukup tidak biasa. Peretas memulainya dengan menyalin folder khusus bernama "FsTx" ke dalam USB drive berformat NTFS, FAT32, atau exFAT.
Metode ini juga dapat diterapkan tanpa perangkat USB.
Caranya dengan memindahkan file FsTx langsung ke partisi EFI Windows dan memutus disk yang dienkripsi untuk sementara waktu.
Setelah persiapan file selesai, komputer yang diproteksi BitLocker dijalankan ulang untuk masuk ke menu Windows Recovery Environment (WinRE).
Peretas kemudian memasukkan urutan input tertentu pada menu tersebut.
Jika seluruh tahapan dilakukan secara tepat, sistem akan memunculkan command shell yang menyediakan akses tanpa batas. Volume penyimpanan yang dikunci BitLocker terbuka otomatis tanpa memerlukan kata sandi.
Dampaknya, semua data terenkripsi di dalam sistem dapat ditelusuri, disalin, ataupun dimodifikasi secara bebas.
Kecurigaan mengenai unsur kesengajaan muncul karena komponen pemicu masalah ini hanya terdeteksi di dalam citra sistem resmi WinRE.
Komponen serupa sebenarnya juga tersedia pada citra instalasi Windows standar. Namun, komponen di instalasi standar tidak memperlihatkan perilaku pembobolan BitLocker yang sama saat dioperasikan.
>>> Google Rombak Total Mesin Pencari dengan Gemini Intelligence
"Saya tidak bisa menemukan penjelasan lain selain fakta bahwa ini disengaja," ungkap peneliti tersebut.
Kerentanan YellowKey dilaporkan hanya berdampak pada Windows 11, termasuk versi Server 2022 dan Server 2025. Pengguna Windows 10 dikonfirmasi aman dari ancaman ini.
Update Terbaru
Humble Bundle Rilis Paket Game Puzzle PC Hemat Seharga 10 Dolar
Jumat / 22-05-2026, 09:30 WIB
SHOW Token Siapkan Investasi Rp1,6 Triliun untuk Industri Film Indonesia
Jumat / 22-05-2026, 09:28 WIB
AS Investasi Rp 32 Triliun di Sembilan Perusahaan Komputasi Kuantum
Jumat / 22-05-2026, 09:28 WIB
ATEEZ Siap Rilis Mini Album Baru 'GOLDEN HOUR : Part.5' dengan Nuansa Lebih Gelap
Jumat / 22-05-2026, 09:28 WIB
RIIZE Siap Rilis Mini Album Kedua 'II' pada 15 Juni
Jumat / 22-05-2026, 09:28 WIB
Corinthians Terancam Kehilangan Matheus Bidu Jelang Lawan Peñarol
Jumat / 22-05-2026, 09:23 WIB
Persib Bandung Butuh Satu Poin untuk Juara Super League 2025/2026
Jumat / 22-05-2026, 09:23 WIB
BMKG Mutakhirkan Gempa Bitung Jadi Magnitudo 5,9, Tak Berpotensi Tsunami
Jumat / 22-05-2026, 09:20 WIB
Aksesori Victor Bodykit Ubah Tampilan SUV Listrik Chery J6 Jadi Lebih Gagah
Jumat / 22-05-2026, 09:18 WIB
Film Nimrods Produseri Green Day Rilis Agustus 2026
Jumat / 22-05-2026, 09:13 WIB
HoYoverse Rilis Kode Redeem Honkai Star Rail Versi 4.2
Jumat / 22-05-2026, 09:10 WIB
Suzuki Satria Pro: Fitur Modern dan Performa Buas Tetap Dipertahankan
Jumat / 22-05-2026, 09:08 WIB
Tampilan Pertama Jaakko Ohtonen sebagai Yesus di The Resurrection of the Christ
Jumat / 22-05-2026, 09:08 WIB
Xiaomi Daftarkan Seri Redmi Note 17 di Sertifikasi China, Peluncuran Lebih Cepat?
Jumat / 22-05-2026, 09:08 WIB






