Kaspersky: 45,7% Orang Dewasa Alami Pelanggaran Digital
Hampir setengah populasi orang dewasa global pernah mengalami penyalahgunaan digital dalam 12 bulan terakhir. Temuan ini diungkap dalam laporan terbaru perusahaan keamanan siber Kaspersky.
Studi global tersebut menunjukkan 45,7 persen responden menghadapi minimal satu bentuk pelanggaran berbasis teknologi. Namun, hanya 32 persen yang mampu memahami istilah tech-enabled abuse secara tepat.
>>> Canva Luncurkan Fitur Offline di Indonesia untuk Dukung Kerja Fleksibel
Kesenjangan pemahaman ini mengindikasikan banyak pengguna internet tidak menyadari ancaman yang mereka hadapi.
Kaspersky mempublikasikan laporan ini bersamaan dengan partisipasinya dalam Konferensi Penyalahgunaan Teknologi di London pada 19–21 Mei 2026.
Agenda yang diselenggarakan Gender and Tech Research Lab milik University College London (UCL) itu juga diisi workshop Anti-Stalkerware oleh Kaspersky.
Pelatihan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang bahaya pengawasan digital tersembunyi.
Bentuk Pelanggaran Digital
Pelanggaran yang difasilitasi teknologi mencakup pelecehan siber, pengucilan online, pemantauan tanpa izin, pencurian identitas, hingga penguntitan siber.
Sifat aktivitas ini kerap menyatu dalam komunikasi digital sehari-hari dan minim bukti fisik.
Dr. Leonie Maria Tanczer, Associate Professor di UCL Computer Science, menjelaskan minimnya kesamaan definisi.
"Pelanggaran yang dimungkinkan teknologi masih belum diakui secara luas sebagai kategori bahaya yang berbeda," katanya.
Riset internal Kaspersky melibatkan 7.600 responden dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, India, Inggris, Jerman, Brasil, dan Jepang.
Data menunjukkan rata-rata korban mengalami 2,7 jenis tindakan merugikan.
Bentuk paling dominan adalah pemblokiran atau pengucilan sengaja, dialami 16,7 persen responden. Selain itu, 15,1 persen responden kerap menerima pesan berisi penghinaan.
>>> 15 Fitur Google Fi Wireless yang Praktis untuk Pengguna
Tingkat paparan bervariasi berdasarkan wilayah. Amerika Serikat dan India melaporkan tingkat lebih tinggi, sementara sebagian Asia dan Eropa lebih rendah.
Update Terbaru
Nova Arianto Tegaskan Skuad Garuda Muda Siap Hadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
Kamis / 21-05-2026, 06:44 WIB
Persib Bandung di Ambang Hattrick Juara Liga Indonesia
Kamis / 21-05-2026, 06:44 WIB
PSSI Segera Buka Penjualan Tiket Garuda Championship Juni 2026
Kamis / 21-05-2026, 06:43 WIB
Ural Kalahkan Dinamo Makhachkala di Leg Pertama Play-off Liga Rusia
Kamis / 21-05-2026, 06:43 WIB
Palermo Ungguli Catanzaro Berkat Gol Cepat Pohjanpalo
Kamis / 21-05-2026, 06:43 WIB
Pyramids FC Hadapi Smouha SC Demi Jaga Peluang Juara Liga Mesir
Kamis / 21-05-2026, 06:39 WIB
Al Shabab Diunggulkan Kalahkan Al Najma di Liga Pro
Kamis / 21-05-2026, 06:38 WIB
Hammarby IF Tantang GAIS Demi Pangkas Jarak Papan Atas Allsvenskan
Kamis / 21-05-2026, 06:38 WIB
Hammarby IF Incar Kemenangan di Markas GAIS untuk Dekati Puncak
Kamis / 21-05-2026, 06:38 WIB
GAIS Jamu Hammarby IF pada Pekan Ke-15 Allsvenskan di Goteborg
Kamis / 21-05-2026, 06:38 WIB
GAIS Tundukkan Hammarby IF dan Naik ke Peringkat Ketujuh Allsvenskan
Kamis / 21-05-2026, 06:34 WIB
Cedera Metatarsal Paksa Fermin Lopez Absen Bela Spanyol di Piala Dunia 2026
Kamis / 21-05-2026, 06:33 WIB
Carlo Ancelotti Panggil Neymar ke Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026
Kamis / 21-05-2026, 06:33 WIB
Kasus Pembajakan Tayangan BYON Combat Naik ke Tahap Penyidikan
Kamis / 21-05-2026, 06:33 WIB






