ITSEC Asia memperluas layanan keamanan digital dengan meluncurkan aplikasi i-intellibron Aman. Aplikasi ini kini tersedia untuk pengguna platform Android dan iOS.

Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat mendeteksi berbagai ancaman pada perangkat. Mulai dari malware, konten negatif, hingga situs berbahaya.

>>> Daftar Artis Naik Haji 2026: Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

Product Manager ITSEC Asia, Gilang Prathama Herlambang, mengatakan aplikasi ini hadir karena meningkatnya risiko keamanan siber pada perangkat mobile.

Smartphone dan tablet kini menjadi pusat aktivitas digital.

“Aplikasi ini bertugas memeriksa apakah ada virus atau ancaman lain yang menyusup ke gadget pengguna. Kami buat sederhana, cukup diunduh dan digunakan tanpa proses rumit,” ujar Gilang.

Proteksi dirancang agar tidak membebani performa smartphone. Sistem tidak menyebabkan perangkat cepat panas, menurunkan performa, atau menguras baterai berlebihan.

Catatan Unduhan dan Pemblokiran Konten Negatif

Hingga Mei 2026, i-intellibron Aman telah mencatat total unduhan lebih dari 200 ribu kali. Pengguna tersebar di Indonesia, Filipina, Singapura, hingga beberapa negara di Eropa.

Sistem ini rata-rata mampu memblokir lebih dari 50 ribu konten negatif setiap harinya. Konten tersebut meliputi situs judi online, pornografi, hingga malware yang berisiko mencuri data pribadi.

>>> Akui Lalai, Sutradara Perfect Crown Klarifikasi sampai Nangis

Langkah preventif ini penting karena smartphone menjadi target utama serangan digital. Aktivitas transaksi online, aplikasi finansial, dan penyimpanan data sensitif semakin tinggi.

Pengembangan Versi Enterprise untuk Kontrol Terpusat

ITSEC Asia juga tengah menyiapkan varian enterprise dari i-intellibron Aman. Versi ini memungkinkan kendali penuh secara terpusat oleh organisasi.

Model ini ditujukan bagi korporasi, institusi pendidikan, atau organisasi yang memerlukan pengawasan akses digital ketat. Di sekolah, administrator dapat mengatur akses siswa selama jam pelajaran.

Di perusahaan, pengelolaan dilakukan oleh tim IT untuk memproteksi jaringan internal dan memantau aktivitas digital karyawan. “Kalau versi enterprise, kontrolnya ada di organisasi,” kata Gilang.

Pendekatan proteksi kelompok dinilai mendesak karena serangan siber mulai menyasar pengguna non-teknis. Institusi membutuhkan sistem yang tidak hanya mengamankan gawai, tetapi juga mengelola regulasi akses digital.

Kesadaran keamanan digital di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Banyak pengguna baru peduli setelah mengalami insiden seperti pembajakan akun atau kebocoran data.

>>> Sinopsis U.S. Marshals, Bioskop Trans TV 20 Mei 2026

Melalui i-intellibron Aman, ITSEC Asia berkomitmen memperluas adopsi pengamanan digital yang ramah pengguna. Perusahaan juga memperkuat solusi siber berbasis AI di Indonesia dan Asia Tenggara.