Fortinet Ungkap Ledakan 389% Ransomware Berbasis AI
Fortinet melalui unit riset FortiGuard Labs merilis laporan 2026 Global Threat Landscape Report pada 19 Mei 2026.
Laporan tersebut mengungkap peningkatan signifikan kejahatan siber yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).
>>> Salmokji Jadi Film Horor Korea Paling Banyak Ditonton Sepanjang Masa
Berdasarkan analisis telemetri sepanjang tahun 2025, terjadi lonjakan korban ransomware global hingga 389% secara tahunan.
Data ini disusun menggunakan kerangka MITRE ATT&CK untuk memetakan pola eksploitasi dan aktivitas serangan.
Fortinet menyoroti bahwa ekosistem kriminal digital kini beroperasi sebagai sistem terstruktur. Siklus serangan menjadi lebih cepat dan terotomatisasi.
Agentic AI dan Shadow Agents Mempercepat Serangan
Pelaku kejahatan siber mulai memanfaatkan agentic AI dan shadow agents. Teknologi ini digunakan untuk mempercepat seluruh tahapan serangan, mulai dari pengintaian hingga eksekusi akhir.
"Model ini membuat serangan menjadi lebih adaptif, sulit dideteksi, dan dapat dieksekusi dalam waktu yang lebih singkat," tulis Fortinet dalam laporannya.
Salah satu temuan utama adalah menyusutnya waktu eksploitasi (TTE) menjadi hanya 24–48 jam untuk kerentanan kritis.
Beberapa kasus eksploitasi bahkan terjadi beberapa jam setelah celah keamanan diumumkan, seperti pada kasus React2Shell.
7.831 Korban Ransomware di Seluruh Dunia
Fortinet mengidentifikasi sebanyak 7.831 korban ransomware di seluruh dunia sepanjang periode pengamatan. Angka ini melonjak tajam dibandingkan laporan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 1.600 korban.
Kenaikan drastis ini dipicu oleh maraknya crime service kits berbasis AI seperti WormGPT, FraudGPT, dan BruteForceAI.
Piranti tersebut memungkinkan pelaku tanpa keahlian teknis tinggi untuk melancarkan serangan siber yang kompleks.
Sektor manufaktur menjadi industri yang paling terpukul dengan 1.284 kasus. Posisi berikutnya diikuti oleh layanan bisnis sebanyak 824 kasus, serta sektor ritel yang mencapai 682 kasus.
Update Terbaru
Crimson Desert Patch 1.13: Eksplorasi Jadi Fokus Utama
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Mengapa Beberapa Kanker Berkembang Lebih Cepat? Temuan Baru dari Virginia Tech
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Migrain Kronis Bukan Sekadar Sakit Kepala: Ini Terobosan Terbaru
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Kimi Antonelli Menangi Sprint Silverstone, Perlebar Keunggulan Klasemen
Sabtu / 04-07-2026, 20:15 WIB
Warriors Hancurkan Lakers 104-72 di Debut Summer League
Sabtu / 04-07-2026, 20:15 WIB
Matt Tebbutt Tegur Chef Andrew Wong di Saturday Kitchen
Sabtu / 04-07-2026, 20:14 WIB
India Beri Debut untuk Vaibhav Sooryavanshi di T20I Kedua Lawan Inggris
Sabtu / 04-07-2026, 20:14 WIB
Kimi Antonelli Kalahkan Lewis Hamilton di Sprint Race Silverstone
Sabtu / 04-07-2026, 20:14 WIB
Banyak Remaja-Gen Z Kena Diabetes, Penyebabnya Tak Cuma Makanan Manis
Sabtu / 04-07-2026, 20:14 WIB
Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!
Sabtu / 04-07-2026, 20:12 WIB
Menteri Kebudayaan Usulkan Museum Pos Indonesia Bandung Jadi Cagar Budaya Nasional
Sabtu / 04-07-2026, 20:12 WIB
Golkar Imbau NU Fokus Nasihati Negara, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres
Sabtu / 04-07-2026, 20:12 WIB
Sains Jadi Fondasi Kecantikan: Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang
Sabtu / 04-07-2026, 20:08 WIB
EcoFlow Buka Store Resmi di Tangerang, Perluas Akses Solusi Energi Pintar
Sabtu / 04-07-2026, 20:08 WIB







