Waspada Wangiri Fraud, Modus Penipuan Telepon Sekali Dering yang Kuras Pulsa
Penipuan digital dengan modus wangiri fraud kembali menjadi ancaman bagi masyarakat.
Istilah wangiri berasal dari bahasa Jepang, yaitu gabungan kata "wan" (satu) dan "giri" (menutup), yang merujuk pada praktik panggilan sekali dering lalu diputus.
>>> ChatGPT Rilis Fitur Finances, Hubungkan Rekening Bank untuk Saran Keuangan Personal
Pelaku hanya membiarkan telepon berdering satu kali untuk memicu rasa penasaran korban. Korban yang menelepon balik akan dikenakan tarif tinggi tanpa sadar.
Modus Operandi Wangiri Fraud
Panggilan biasanya datang dari nomor asing atau kode internasional yang tidak familier. Pelaku menyebarkan panggilan secara acak ke berbagai nomor target.
Selain telepon, pelaku juga bisa mengirim SMS yang meminta korban menghubungi nomor tertentu. Rasa penasaran menjadi celah utama yang dimanfaatkan.
Saat korban menelepon balik, sambungan tidak akan terhubung ke manusia. Pelaku memutarkan rekaman suara atau nada tunggu untuk menahan korban di saluran.
Biaya telepon berjalan dengan tarif sangat tinggi per menit selama sambungan aktif. Pelaku mendapat keuntungan dari sistem bagi hasil dengan penyedia layanan nomor premium.
Sebagian besar korban baru menyadari kerugian setelah pulsa habis seketika. Pengguna pascabayar berisiko mengalami tagihan membengkak secara tidak wajar.
>>> Telkom Solution Dorong Transformasi Digital Lintas BUMN dengan Cloud, AI, dan Keamanan Siber
Kejahatan ini bisa menyasar semua kalangan, terutama yang belum akrab dengan nomor internasional.
Menelepon balik ke nomor asing juga berpotensi membuka celah penipuan lanjutan, seperti pencurian data pribadi atau tautan berbahaya via SMS.
Berdasarkan data resmi Diskominfo Jabar, terdapat sejumlah modus serta dampak berbahaya dari praktik wangiri fraud yang perlu diwaspadai masyarakat luas.
Pelaku menyebarkan panggilan telepon secara acak ke target yang berada di berbagai wilayah.
Selain panggilan langsung, pelaku dalam beberapa kasus juga mengirimkan pesan singkat SMS yang menginstruksikan korban menghubungi nomor tertentu.
>>> WhatsApp Uji Fitur Greeting Message Otomatis untuk Anggota Grup Baru
Kontak balik ke nomor asing ini juga berpotensi membuka celah penipuan lanjutan, termasuk risiko pencurian data pribadi hingga pengiriman tautan berbahaya lewat SMS.
Update Terbaru
Bupati Langkat Syah Afandin Diterbangkan ke Jakarta Usai OTT KPK
Jumat / 03-07-2026, 12:33 WIB
Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Sudah Menikah Diam-Diam
Jumat / 03-07-2026, 12:32 WIB
Cairan Pencuci Buah Alami Ini Kurangi Residu Pestisida dan Perpanjang Masa Simpan
Jumat / 03-07-2026, 12:32 WIB
3 Level Persentase Niacinamide untuk Atasi Masalah Kulit Wajah, Mana yang Cocok untuk Kulitmu?
Jumat / 03-07-2026, 12:32 WIB
10 Cara Membersihkan Sepatu Suede agar Bersih dan Awet Dipakai
Jumat / 03-07-2026, 12:32 WIB
Honda Monkey Terbaru: Warna Segar dan Jok Kotak-Kotak Makin Ikonik
Jumat / 03-07-2026, 12:32 WIB
Beda Nasib Kia di Luar Negeri vs di Indonesia, Penjualannya Bak Langit dan Bumi
Jumat / 03-07-2026, 12:32 WIB
Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Om Zein Lengkap dengan Terjemahan, Tuai Sorotan karena Dinilai Seksis
Jumat / 03-07-2026, 12:23 WIB
Purbaya: Uang Hasil Korupsi Indonesia Banyak Disimpan di Singapura
Jumat / 03-07-2026, 12:21 WIB
UU PFII Rampung 21 Juli, Purbaya Godok Insentif Nonpajak
Jumat / 03-07-2026, 12:21 WIB
Trump Kembali Kritik NATO Jelang KTT: Hubungan Tidak Timbal Balik
Jumat / 03-07-2026, 12:21 WIB
Dokter Tifa Hadir Fisik di Sidang, Sindir Jokowi Pilih Virtual
Jumat / 03-07-2026, 12:21 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 4 - 5 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 12:19 WIB






