Layanan digital perbankan mengalami transformasi besar dengan kehadiran kecerdasan buatan generasi terbaru.

Ketika seorang nasabah kehilangan kartu debit pada tengah malam, sistem dapat memverifikasi identitas, memblokir kartu, hingga menjadwalkan pengiriman kartu baru secara otomatis.

>>> Google Berhasil Gagalkan Serangan Siber Zero Day Berbasis Kecerdasan Buatan

Sistem canggih tersebut merupakan hasil kerja Agentic AI. Teknologi ini tidak hanya menjawab pertanyaan seperti chatbot biasa, melainkan bertindak mandiri menyelesaikan tugas.

Seperti dilansir dari Media Indonesia, teknologi ini dinilai sebagai salah satu transformasi terbesar sejak lahirnya mobile banking.

Kecerdasan buatan ini dirancang untuk memahami konteks, menyusun langkah kerja, menjalankan tindakan, mengevaluasi hasil, hingga memperbaiki proses secara mandiri.

Peran Agentic AI di Sektor Keuangan

Dalam sektor keuangan, kecerdasan buatan ini bertindak seperti pegawai digital.

Sistem dapat memeriksa histori transaksi, membaca profil risiko, mengevaluasi kemampuan pembayaran, memberikan rekomendasi, dan memperbarui data sistem secara otomatis.

Futuris asal Australia, Ross Dawson, melihat perkembangan ini sebagai transformasi besar dalam cara organisasi bekerja.

Menurutnya, masa depan perusahaan akan dibangun melalui kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem kerja yang saling melengkapi.

Dalam acara Visa Indonesia Client Forum di Bali, Ross Dawson menekankan bahwa daya saing industri jasa keuangan Indonesia akan sangat ditentukan oleh kejelasan peran masing-masing pihak.

Hubungan tersebut harus dilandasi kepercayaan serta kemampuan menggabungkan keahlian manusia dan teknologi secara seimbang.

Kebutuhan layanan 24 jam dan tuntutan keamanan yang tinggi membuat sektor perbankan bergerak cepat mengadopsi teknologi digital ini.

Proses berulang yang memakan waktu panjang seperti verifikasi dokumen, pengecekan kepatuhan, dan pemantauan transaksi kini dapat berjalan lebih efisien.