Agentic AI: Pegawai Digital Baru di Sektor Perbankan
Sistem kecerdasan buatan mampu membaca jutaan data dalam waktu singkat untuk mengenali pola transaksi tidak biasa.
Langkah otomatis akan langsung diambil oleh sistem ketika mendeteksi potensi fraud atau penipuan.
Bagi nasabah, teknologi ini memberikan pengalaman layanan yang bergerak menuju personal dan real-time.
>>> Iko Uwais dan Joe Taslim Bawa Aksi Laga Indonesia ke Cannes 2026
Dalam beberapa tahun ke depan, bank diperkirakan akan berkembang menjadi financial companion digital yang aktif membantu pengguna mengelola keuangan sehari-hari.
Perkembangan global saat ini mulai mengarah pada lahirnya agentic commerce. Situasi ini terjadi ketika agen kecerdasan buatan dapat melakukan transaksi atas nama pengguna.
Visa melalui program Agentic Ready mulai menguji bagaimana agen AI dapat melakukan pembayaran secara aman di lingkungan nyata.
Namun, perkembangan teknologi ini juga membawa sisi gelap berupa ancaman kejahatan siber yang semakin canggih.
Pelaku kriminal menggunakan teknologi serupa untuk melakukan penipuan dengan tingkat organisasi dan skala yang jauh lebih tinggi.
Deepfake menjadi salah satu ancaman utama karena mampu meniru suara seseorang secara sangat realistis untuk meminta transfer dana.
Selain itu, teknologi kecerdasan buatan juga digunakan untuk membuat pesan phishing yang tampak profesional, wajah virtual, hingga dokumen palsu.
Menghadapi ancaman yang bergerak cepat, masyarakat diimbau untuk meningkatkan literasi digital.
Masyarakat tidak boleh memberikan OTP, PIN, password, atau kode keamanan kepada siapa pun. Bank resmi tidak akan meminta data rahasia tersebut melalui telepon, pesan singkat, ataupun media sosial.
Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati terhadap telepon atau video mendesak yang rawan manipulasi deepfake.
Langkah terbaik adalah melakukan verifikasi ulang melalui nomor resmi atau komunikasi langsung jika menerima permintaan transaksi penting.
Perlindungan tambahan seperti autentikasi berlapis, verifikasi dua langkah, notifikasi transaksi, dan fitur biometrik perlu diaktifkan pada rekening.
Kebiasaan memeriksa alamat website dan memastikan aplikasi berasal dari sumber resmi menjadi benteng penting bagi keamanan pengguna.
>>> Komdigi Rancang Aturan Wajib Verifikasi Nomor Telepon Pengguna Medsos
Proses berulang yang memakan waktu panjang seperti verifikasi dokumen, pengecekan kepatuhan, dan pemantauan transaksi kini dapat berjalan lebih efisien berkat kemampuan Agentic AI dalam mengelola rangkaian pekerjaan kompleks yang sebelumnya membutuhkan banyak campur tangan manusia.
Update Terbaru
Lawan Distopia Penuh Kesan dari ONE OK ROCK di Jakarta
Selasa / 19-05-2026, 03:53 WIB
Otospector Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Harga Mobil Bekas Murah
Selasa / 19-05-2026, 03:48 WIB
Vivo iQOO Z11 Lite Siap Ramaikan Pasar Ponsel Kelas Menengah
Selasa / 19-05-2026, 03:43 WIB
Jasa Marga Mulai Rekonstruksi Tol Jakarta-Cikampek 18 Mei 2026
Selasa / 19-05-2026, 03:38 WIB
Eric Schmidt Disoraki Mahasiswa University of Arizona Saat Pidato AI
Selasa / 19-05-2026, 03:33 WIB
Lenovo IdeaPad 5 2-in-1 Terbaru Pakai Snapdragon X2, Baterai Tahan 33 Jam
Selasa / 19-05-2026, 03:28 WIB
Motorola Razr Fold Tantang Samsung Galaxy Z Fold7 dengan Inovasi Hardware
Selasa / 19-05-2026, 03:24 WIB
Nubia Neo 5 Resmi Meluncur, HP Gaming Murah dengan Kipas Pendingin Aktif
Selasa / 19-05-2026, 03:18 WIB
iQOO Z11 dan Z11 Lite Siap Meluncur di Indonesia, Bawa Chip Snapdragon dan Dimensity
Selasa / 19-05-2026, 03:13 WIB
XLSmart Kelola 2.231 Kilogram Sampah dalam Acara XLSmart DAY
Selasa / 19-05-2026, 03:08 WIB
Sinopsis Premium Rush, Bioskop Trans TV 18 Mei 2026
Selasa / 19-05-2026, 03:03 WIB
DJI Perkenalkan Osmo Pocket 4P untuk Sineas Profesional di Cannes
Selasa / 19-05-2026, 02:58 WIB
HMSI Serahkan Hino Bus 115 SDBL Spesial ke PO Sima Perkasya
Selasa / 19-05-2026, 02:53 WIB
Suzuki Pertimbangkan Boyong Skutik Maxi Burgman 150 ke Indonesia
Selasa / 19-05-2026, 02:48 WIB






