Google Berhasil Gagalkan Serangan Siber Zero Day Berbasis Kecerdasan Buatan
Google mengumumkan keberhasilan tim keamanannya dalam mendeteksi dan menggagalkan sebuah eksploitasi zero-day yang dikembangkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
Informasi ini disampaikan berdasarkan laporan terbaru dari Google Threat Intelligence Group (GTIG).
>>> Iko Uwais dan Joe Taslim Bawa Aksi Laga Indonesia ke Cannes 2026
Eksploitasi berbahaya tersebut rencananya akan digunakan oleh kelompok penjahat siber untuk melakukan serangan massal.
Sasaran utama operasi peretasan ini adalah membobol sistem autentikasi dua faktor (2FA) pada alat administrasi sistem berbasis web open-source yang identitasnya dirahasiakan.
Deteksi Kejanggalan pada Skrip Python
Tim peneliti Google menemukan sejumlah kejanggalan pada skrip pemrograman Python yang digunakan oleh para peretas.
Jejak digital ini secara kuat mengindikasikan adanya campur tangan AI dalam proses pembuatannya.
Beberapa bukti tersebut meliputi penulisan skor CVSS yang berhalusinasi serta format penulisan kode yang terlalu rapi dan terstruktur.
Gaya penulisan ini sangat khas dengan format keluaran data pelatihan Large Language Model (LLM).
Eksploitasi tersebut dirancang untuk mengakali kelemahan logika semantik tingkat tinggi.
Dalam kasus ini, pengembang tool open-source secara tidak sengaja menanamkan asumsi kepercayaan yang di-hardcode ke dalam sistem 2FA mereka.
Meskipun Google mengonfirmasi keterlibatan AI dalam peretasan ini, para peneliti menekankan bahwa mereka tidak menemukan bukti model AI Gemini digunakan oleh peretas.
Metode Baru Peretas: Persona-Driven Jailbreaking
Laporan dari GTIG turut merinci bagaimana para peretas kini makin mahir memanfaatkan sistem AI untuk mencari celah keamanan.
Salah satu metode yang marak digunakan adalah taktik persona-driven jailbreaking.
>>> Komdigi Rancang Aturan Wajib Verifikasi Nomor Telepon Pengguna Medsos
Melalui taktik ini, peretas memasukkan prompt yang memaksa atau memanipulasi AI untuk bertindak dan berpura-pura menjadi seorang pakar keamanan siber tingkat tinggi.
Update Terbaru
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.954 per USD Usai Data Tenaga Kerja AS Melemah
Jumat / 03-07-2026, 10:14 WIB
Isu Messi Pensiun, De Paul: Argentina Belum Siap Kehilangan
Jumat / 03-07-2026, 10:14 WIB
Purbaya: Indonesia Tidak Sedang Menuju Krisis, Ekonomi Terus Membaik
Jumat / 03-07-2026, 10:14 WIB
Pemerintah Siapkan 'Surga Investor' Baru di Indonesia, RUU Pusat Keuangan Internasional Resmi Masuk DPR
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Gen Z Tinggalkan Hubungan Nonchalant, Kini Beralih ke Tren Chalant
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Taylor Swift Gelar Makan Malam Gladi Resik, Tamu Selebriti Berdatangan
Jumat / 03-07-2026, 10:11 WIB
Cara Cek Daftar Nominal Bantuan PKH Terbaru dan Jadwal Pencairan 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:07 WIB
PLTS dan BESS: Solusi Efektif Kurangi Beban Listrik Kota pada 2026
Jumat / 03-07-2026, 10:06 WIB
Setelah Indonesia, TikTok PHK 300 Karyawan di Eropa
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Mobil Diesel Lawas Bisa Minum Solar B50? Ini Kata Pakar ITB
Jumat / 03-07-2026, 09:56 WIB
Trailer Inggris Grow Up Show -Sunflower Circus- Rilis, Umumkan Cast dan Dub Hari yang Sama
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Tougen Anki: Nikko Kegon Falls Arc Umumkan Pengisi Suara Brigade Oni
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
WNBA Umumkan Pemain Starter All-Star 2026, Paige Bueckers Pimpin Suara
Jumat / 03-07-2026, 09:41 WIB
Phoenix Mercury Jamu Seattle Storm dalam Laga Wilayah Barat
Jumat / 03-07-2026, 09:36 WIB






