PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) menjual 90,1 persen kepemilikan saham PT Era Industri Otomotif kepada Xpeng International Holding (Hong Kong) Ltd. Transaksi dilakukan pada Senin (18/5/2026).

Langkah strategis anak usaha PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) ini bertujuan memperkuat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

>>> Pasar Mobil Bekas Masih Buru Toyota Innova Reborn Diesel

Setelah aksi korporasi, kepemilikan saham ERAL di PT Era Industri Otomotif turun dari 99,99 persen menjadi 9,9 persen.

Sementara Xpeng International Holding yang sebelumnya tidak memiliki saham, kini menguasai 90,1 persen.

Nilai nominal transaksi tidak dipublikasikan oleh kedua belah pihak.

PT Era Industri Otomotif merupakan entitas yang fokus pada manufaktur dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia. Hal itu disampaikan Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Senin (18/5/2026).

Pengalihan saham mayoritas ini tidak memengaruhi jaringan pemasaran domestik.

Seluruh aktivitas distribusi, penjualan, dan layanan purna jual merek Xpeng tetap dipegang penuh oleh PT Era Inovasi Otomotif dan PT Era Dealer Otomotif di bawah kendali ERAL.

Emiten yang dikendalikan Rebecca Halim selaku pemilik manfaat ini tetap menjalankan operasional bisnis lifestyle-otomotif secara normal.

Ekspansi bisnis berjalan di tengah dinamika keuangan perseroan sepanjang 2025. Pendapatan ERAL melonjak 34,1 persen menjadi Rp 6,5 triliun.

>>> Desainer Ford Eropa Rancang Suzuki Jimny Futuristik dengan Bodi Modular

Segmen otomotif memberikan kontribusi baru senilai Rp 827 miliar dari distribusi mobil listrik.

Lini aksesoris dan IoT tetap mendominasi dengan pasokan Rp 3,7 triliun, diikuti sektor fesyen sebesar Rp 1,2 triliun.

Meski pendapatan meningkat, laba bersih ERAL justru terkoreksi 16,1 persen menjadi Rp 169 miliar. Periode sebelumnya laba bersih mencapai Rp 201 miliar.

Koreksi laba terjadi akibat lonjakan beban operasional.

Beban penjualan dan distribusi membubung 114,1 persen, ditambah kenaikan beban umum administrasi sebesar 53,8 persen serta kerugian dari usaha patungan PT MST Golf Indonesia sebesar Rp 7,6 miliar.

Laba bersih yang terkoreksi tersebut dipengaruhi oleh lonjakan beban operasional yang signifikan.

Beban penjualan dan distribusi perseroan meningkat hingga 114,1 persen, sementara beban umum dan administrasi naik 53,8 persen.

>>> Penjualan Mobil Listrik Diproyeksikan Dominasi Pasar Nasional, Mobil ICE Tertekan

Selain itu, ERAL juga mencatat kerugian dari usaha patungan PT MST Golf Indonesia sebesar Rp 7,6 miliar.