Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob. Fenomena ini diperkirakan terjadi pada 14 hingga 21 Mei 2026.

Peringatan ini berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.

>>> Sinar Eka Selaras Lepas 90,1% Saham Era Industri Otomotif ke Xpeng

Mereka mendeteksi adanya pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan Super New Moon dan Perigee.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengonfirmasi bahwa kondisi ini dapat memicu kenaikan tinggi muka air laut.

"Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2025).

Puncak pasang maksimum di wilayah utara Jakarta diprediksi terjadi pada pukul 20.00 hingga 01.00 WIB.

Beberapa kawasan yang berpotensi terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga Kepulauan Seribu.

Imbauan bagi Pengendara dan Pemilik Kendaraan

BPBD DKI Jakarta mengimbau warga agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan dinamika air laut. Pengendara disarankan menghindari wilayah rawan rob, terutama saat puncak pasang pada malam hari.

Pemilik kendaraan diimbau memarkir mobil di area yang lebih tinggi dan aman sebelum genangan datang.

Langkah ini penting untuk menghindari kerusakan akibat paparan air laut yang mengandung garam tinggi.

Banjir rob membawa risiko besar bagi kendaraan karena kandungan garam dapat mempercepat korosi. Bagian kolong seperti sasis, suspensi, dan knalpot menjadi area paling rentan berkarat.

"Komponen bawah mobil seperti sasis, suspensi, dan knalpot adalah yang paling mudah berkarat.