Pemilik Mobil Harus Hindari Alkohol untuk Rawat Dasbor Retrim

Pelapisan ulang atau retrim dasbor menggunakan kulit sintetis semakin diminati pemilik kendaraan di Bogor. Langkah ini dilakukan untuk mempercantik interior sekaligus melindungi material asli dari kerusakan.
Dasbor yang tidak dirawat dengan baik sangat rentan menjadi kusam, retak, atau getas.
>>> Johann Zarco Cedera Parah Usai Kecelakaan Mengerikan di MotoGP Catalunya 2026
Kepala toko Raja Jok Mobil Car Interior di Bogor, Aditia, menjelaskan bahwa kerusakan sering dipicu oleh kelalaian pemilik kendaraan.
"Sebab dasbor merupakan area yang rentan menghadapi cuaca panas saat mobil sering terjemur matahari.
Lambat laun mudah retak atau getas, cukup olesi saja dengan lotion agar lapisan kulit pada dasbor tetap lembab dengan kain lembut," kata Aditia pada Minggu (17/5/2026).
Kerusakan material kulit sintetis juga diperparah oleh kesalahan penggunaan cairan pembersih yang mengandung alkohol. Termasuk aplikasi minyak wangi ruangan yang disemprotkan di dalam kabin.
"Bahkan saat Covid-19 itu banyak yang rusak dasbor mobilnya karena pemilik mobil kerap menyemprotkan hand sanitizer. Akhirnya lapisan kulit dasbor mengelupas dan dibenarkan di sini," kata Aditia.
Oleh karena itu, pemilik mobil disarankan menghindari produk berbahan alkohol saat merawat dasbor.
Bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, kondisi tersebut perlu direspons dengan menyesuaikan waktu perjalanan, pilihan pakaian, dan kebutuhan cairan tubuh.
>>> Modifikasi Toyota Veloz Bergaya Clean Look, Ubah Kesan Mobil Keluarga
Langkah sederhana ini dapat membantu aktivitas tetap berjalan tanpa mengabaikan risiko cuaca yang berubah cepat.
Pemantauan prakiraan cuaca secara berkala juga penting karena perubahan suhu, tutupan awan, dan arah angin dapat terjadi dalam waktu singkat.
Informasi terbaru membantu warga menentukan waktu yang lebih aman untuk bekerja, bepergian, atau berolahraga.
Kondisi seperti ini biasanya lebih terasa di area terbuka, jalan raya, dan kawasan padat bangunan.
Karena itu, masyarakat disarankan memperhatikan tanda kelelahan tubuh, terutama saat harus berada di bawah paparan matahari cukup lama.
Selain memperhatikan suhu udara, warga juga perlu melihat faktor pendukung lain seperti kelembapan, kecepatan angin, dan paparan sinar ultraviolet.
Kombinasi faktor tersebut sering membuat udara terasa lebih gerah dibanding angka suhu yang terlihat.
>>> Kendaraan Niaga Bekas Kuasai 23 Persen Pasar Lelang Kuartal I 2026
Perawatan yang tepat akan menjaga tampilan interior tetap prima dan memperpanjang usia pakai lapisan kulit sintetis.
Update Terbaru
BRIN Ungkap Potensi Logam Tanah Jarang Indonesia Capai 1,2 Juta Hektar
Senin / 18-05-2026, 21:44 WIB
Honor Robot Phone Siap Meluncur dengan Kamera Gimbal 200 MP
Senin / 18-05-2026, 21:39 WIB
Larangan Potong Rambut dan Kuku Jelang Idul Adha 2026, Mulai Kapan?
Senin / 18-05-2026, 21:34 WIB
Urutan Cas HP yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Baterai
Senin / 18-05-2026, 21:34 WIB
iQOO Z11 Lite Muncul di Geekbench dengan Dimensity 6300
Senin / 18-05-2026, 21:29 WIB
Huawei Siap Luncurkan Nova 16 Series pada Juni 2026
Senin / 18-05-2026, 21:24 WIB
Cara Download Video Facebook HD dengan Aman Melalui FvidGo
Senin / 18-05-2026, 21:19 WIB
Lenovo Rilis ThinkPad P14s Gen 7 dengan RAM Hingga 96GB
Senin / 18-05-2026, 21:14 WIB
Biaya Chipset Snapdragon 8 Gen 6 Diprediksi Tembus Rp5,2 Juta
Senin / 18-05-2026, 21:09 WIB
Xiaomi Tambah Warna Volcanic Gray untuk YU7 GT
Senin / 18-05-2026, 21:04 WIB
Xiaomi Batalkan Smartphone Ultra Tipis 5,5 mm, Beralih ke 17 Max
Senin / 18-05-2026, 20:59 WIB
Samsung Resmi Luncurkan Galaxy S26 Ultra dengan Kamera f/1.4 dan AI Canggih
Senin / 18-05-2026, 20:54 WIB
Infinix NOTE 60 Series Raih Empat Penghargaan Desain Internasional
Senin / 18-05-2026, 20:49 WIB
Google Bocorkan Fitur Android 17 untuk Xiaomi HyperOS
Senin / 18-05-2026, 20:44 WIB






