Busi merupakan komponen vital pada sistem pengapian mesin bensin. Fungsinya memicu ledakan campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar.

Seiring waktu, elektroda busi akan aus dan celahnya melebar. Akibatnya, percikan api melemah dan pembakaran tidak sempurna.

>>> Mercedes Memulai Tren Lampu Biru untuk Mobil Otonom, China Menyempurnakannya

Dampak Busi Aus pada Konsumsi BBM

Busi yang sudah aus menyebabkan mesin kehilangan tenaga. Pengemudi cenderung menginjak pedal gas lebih dalam untuk mempertahankan akselerasi.

Hal ini berujung pada pemborosan bahan bakar. Menurut beberapa sumber, konsumsi BBM bisa meningkat hingga 10-15 persen jika busi tidak diganti tepat waktu.

Selain boros, busi aus juga membuat mesin tersendat saat akselerasi. Mesin terasa brebet dan tidak responsif.

Jadwal Penggantian Busi Berdasarkan Tipe

Setiap mobil memiliki rekomendasi jadwal ganti busi yang berbeda. Umumnya, busi standar berbahan nikel perlu diganti setiap 20.

000-30. 000 km.

Busi platinum memiliki ketahanan lebih lama, sekitar 60. 000-80.

000 km. Sementara busi iridium bisa bertahan hingga 100.

000-120. 000 km.

Namun, jadwal ini bisa lebih cepat jika mobil sering digunakan di macet atau berkualitas bahan bakar rendah. Kondisi jalan dan kebiasaan mengemudi juga mempengaruhi keausan busi.

Tanda-Tanda Busi Harus Segera Diganti

Selain jarak tempuh, ada gejala yang bisa dikenali. Mesin sulit dihidupkan, terutama saat pagi hari atau setelah parkir lama.

>>> Tech3 KTM Perpanjang Kontrak MotoGP hingga 2027, Bantah Rumor Pindah ke Honda

Mesin terasa bergetar tidak normal saat idle. Akselerasi terasa lambat dan tersendat.

Lampu indikator check engine menyala. Kode kesalahan biasanya terkait misfire atau pengapian tidak sempurna.