Jasa inspeksi mengingatkan pembeli mobil bekas untuk memeriksa kondisi aki. Langkah ini penting guna menghindari biaya tambahan kelistrikan setelah transaksi.

Mengapa Aki Perlu Diperiksa?

Aki merupakan komponen vital dalam sistem kelistrikan mobil. Fungsinya menyuplai daya untuk starter, lampu, dan perangkat elektronik lainnya.

>>> Daftar Harga Mobil BYD Terbaru Mei 2026, Ada Varian Termurah

Kondisi aki yang lemah atau rusak sering kali tidak disadari saat test drive singkat. Padahal, aki bermasalah bisa menyebabkan mogok di tengah jalan atau kerusakan komponen elektronik.

Risiko Membeli Mobil Bekas Tanpa Inspeksi Aki

Banyak pembeli mobil bekas fokus pada mesin dan bodi. Mereka kerap mengabaikan kondisi aki.

Akibatnya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penggantian aki. Bahkan, bisa timbul kerusakan pada alternator atau sistem pengisian karena aki yang sudah soak.

Cara Memeriksa Aki Mobil Bekas

Pertama, periksa fisik aki dari kebocoran atau korosi pada terminal. Kedua, ukur tegangan aki menggunakan multimeter.

Aki sehat memiliki tegangan sekitar 12,6 volt saat mesin mati. Saat mesin hidup, tegangan harus naik ke 13,7–14,7 volt.

Ketiga, lakukan uji beban untuk mengetahui kemampuan aki menyimpan daya. Jasa inspeksi profesional biasanya menyediakan alat ini.

>>> Pemilik Bengkel Ingatkan Rutin Ganti Oli Transmisi Mobil Matik

Tips Negosiasi Harga Berdasarkan Kondisi Aki

Jika aki mobil bekas lemah, Anda bisa meminta diskon. Harga aki baru berkisar Rp500.

000–Rp1. 500.

000 tergantung tipe.

Pastikan Anda mendapat bukti hasil inspeksi tertulis. Ini berguna sebagai dasar negosiasi dengan penjual.

Kesimpulan

Memeriksa aki adalah langkah sederhana namun krusial saat membeli mobil bekas. Dengan inspeksi menyeluruh, Anda terhindar dari biaya tak terduga.

>>> Honda Buka Pemesanan Mobil Listrik Baru di Indonesia, Tanda Jadi Rp 10 Juta

Gunakan jasa inspeksi mobil bekas untuk hasil lebih akurat. Investasi kecil ini bisa menghemat pengeluaran besar di kemudian hari.