Barcelona resmi mengajukan protes kepada UEFA menyusul kritik keras yang dilontarkan pemain sayapnya, Raphinha, terhadap kepemimpinan wasit dalam laga Liga Champions.

Kritik tersebut muncul setelah Barcelona tersingkir dari kompetisi elite Eropa musim ini. Mereka kalah agregat dari Atletico Madrid di babak knockout.

>>> Max Verstappen Frustrasi dan Isyaratkan Pensiun Dini dari Formula 1

Kronologi Protes Barcelona

Manajemen Barcelona merasa ada sejumlah keputusan kontroversial yang merugikan tim. Salah satunya adalah penalti yang tidak diberikan saat laga berlangsung.

Raphinha secara terbuka menyuarakan kekecewaannya melalui wawancara pascapertandingan. Ia menilai wasit tidak konsisten dalam memimpin jalannya pertandingan.

Pernyataan Raphinha itu kemudian menjadi pemicu langkah resmi klub. Barcelona segera menyusun surat protes dan mengirimkannya ke UEFA.

Isi Protes Barcelona

Dalam surat protesnya, Barcelona meminta UEFA untuk meninjau ulang keputusan wasit. Mereka juga mendesak adanya evaluasi terhadap standar kepemimpinan wasit di Liga Champions.

Klub asal Catalan itu menekankan pentingnya keadilan dalam setiap pertandingan. Mereka khawatir keputusan yang keliru dapat mempengaruhi hasil akhir kompetisi.

Barcelona juga meminta UEFA untuk memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang terjadi. Hal ini dianggap perlu untuk menjaga transparansi dan kepercayaan terhadap turnamen.

Reaksi UEFA

Hingga saat ini, UEFA belum memberikan tanggapan resmi atas protes yang diajukan Barcelona. Namun, badan sepak bola Eropa itu biasanya akan meninjau setiap keluhan yang masuk.

UEFA memiliki komite wasit yang bertugas mengevaluasi kinerja wasit. Mereka dapat memberikan sanksi atau rekomendasi perbaikan jika ditemukan pelanggaran prosedur.

>>> Aprilia Hadapi Potensi Perang Saudara Antara Martin dan Bezzecchi

Sebelumnya, UEFA juga pernah menerima protes serupa dari klub lain. Beberapa di antaranya berujung pada perubahan kebijakan atau teguran terhadap wasit.