Doxing dan Stalkerware

Tim riset juga menemukan indikasi doxing dan penguntitan digital. Doxing adalah penyebaran informasi pribadi tanpa izin, seperti nomor telepon atau alamat rumah.

Sebanyak 5,4 persen responden mengaku menjadi korban doxing, sementara 8,5 persen mengalami penguntitan digital.

Temuan Kaspersky Digital Footprint Intelligence (DFI) menunjukkan adanya ekosistem layanan pengawasan digital di dark web, dengan harga doxing mulai US$50 hingga US$4.000.

Stalkerware adalah aplikasi mata-mata yang dipasang rahasia pada gawai target. Perangkat ini mampu mengakses lokasi, riwayat penjelajahan, pesan, galeri foto, panggilan, dan aktivitas aplikasi.

Kaspersky mendeteksi lebih dari 34.000 pengguna global terdampak stalkerware selama 2024–2025. Dalam lima tahun terakhir, jumlah korban mencapai sekitar 127.000 pengguna.

Ancaman ini diprediksi terus berkembang dengan ditemukannya 33 keluarga stalkerware baru. Rusia, Brasil, dan India menjadi wilayah dengan deteksi tertinggi pada 2025.

Tatyana Shishkova, Principal Security Researcher di Kaspersky GReAT, menjelaskan stalkerware dapat dipasang dengan mudah dan memungkinkan pelaku memantau korban dari mana saja.

"Karena perangkat lunak ini bekerja tanpa terlihat, banyak pengguna tidak menyadari bahwa aktivitas mereka sedang dipantau," katanya.

Untuk meredam ancaman, Kaspersky membentuk Coalition Against Stalkerware. Koalisi ini mempertemukan pelaku industri, institusi riset, LSM, dan aparat penegak hukum.

>>> Honor Gandeng Sebastian Sawe, Satukan Teknologi AI dan Olahraga

Masyarakat diimbau mengenali indikasi software pengintai pada gawai, seperti daya baterai cepat habis, lonjakan data internet, aplikasi asing, atau perubahan setelan misterius.