Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pemerintah Kota Manado memperketat mitigasi bencana di gedung bertingkat.

Langkah ini menyusul catatan 2.278 aktivitas gempa bumi di Sulawesi Utara sepanjang April 2026.

>>> Akademisi Dorong Pengujian Berkala Sarana Keselamatan Gedung Publik

Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, menjelaskan aktivitas seismik didominasi gempa dangkal akibat dinamika tektonik di zona subduksi.

"Berdasarkan distribusi kedalaman hiposenter, aktivitas gempa bumi didominasi oleh gempa bumi dangkal yang terjadi pada kerak bumi bagian atas," kata Muhammad Zulkifli.

BMKG merinci data kegempaan terdiri dari 2.150 gempa dangkal, 125 gempa menengah, dan dua gempa dalam. Rentang kekuatan gempa mulai dari M1,6 hingga M7,6.

Sebanyak 42 gempa dirasakan masyarakat, termasuk di Kota Manado dengan skala intensitas IV–V MMI. Gempa tersebut dipicu oleh 1.958 gempa susulan dari wilayah Batang Dua.

BPBD Dorong Simulasi dan Pemetaan Jalur Evakuasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara memacu pemetaan jalur evakuasi mandiri. Upaya ini merangkul sektor swasta di pusat perbelanjaan dan kawasan ekonomi produktif.

"Kalau untuk wilayah Sulawesi Utara itu wilayah mana saja yang menjadi indeks kerawanan tinggi, saya kira yang disitu merata ya, karena kita berada di jalur megathrust," kata Darsono Matandatu, Analis Bencana BPBD Sulut.

BPBD juga mendorong penyamaan persepsi dengan para pelaku usaha industri besar. Tujuannya memperbanyak simulasi penyelamatan.

"Kami menyepakati perlunya memperbanyak sosialisasi serta training (pelatihan) mitigasi," ujar Darsono Matandatu.

Damkar Soroti Kelalaian Alat Proteksi Gedung

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado menyoroti temuan kelalaian pengelola gedung bertingkat. Pemeliharaan alat proteksi aktif kerap hanya menjadi pemenuhan syarat administratif perizinan.