Manajer Arsenal Mikel Arteta mengungkapkan pendekatan tidak biasa yang membawa timnya meraih gelar juara Liga Inggris 2025/2026.

Keberhasilan ini mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun bagi klub asal London Utara tersebut.

>>> Borneo FC Tempel Ketat Persib Bandung di Papan Atas BRI Super League

Kepastian gelar juara didapat pada Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Hal itu terjadi setelah pesaing terdekat Arsenal, Manchester City, ditahan imbang oleh Bournemouth.

Momen Penting di Bawah Pohon

Arteta menceritakan sebuah sesi diskusi khusus di area terbuka yang menjadi titik balik musim ini. Pertemuan itu dilakukan di tempat latihan, tepatnya di dekat pohon.

"Saya mengumpulkan semua pemain dan berkata: 'Lihat satu sama lain dan lihat skuad yang sudah kita bangun.

Kita mampu melakukan apa saja, tetapi itu bergantung pada diri kita sendiri,'" ujar Arteta dalam konferensi pers yang dikutip Sky Sports News.

Ia menambahkan bahwa setiap pemain harus memahami perannya demi memberikan yang terbaik bagi tim. Dampak dari pertemuan itu langsung terlihat pada konsistensi performa tim.

>>> Persis Solo dan Madura United Berebut Nasib Hindari Degradasi

Komunikasi Tanpa Staf Pelatih

Arteta sengaja melakukan pendekatan personal secara eksklusif tanpa melibatkan staf pelatih. "Biasanya kami mengadakan banyak rapat dengan staf, tetapi kali ini hanya pemain dan saya," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap keputusan yang diambilnya adalah bagian dari pekerjaan. "Jangan menganggapnya secara pribadi," imbuh Arteta.

"Hal yang paling membuat saya bangga adalah bagaimana kami memenangkannya. Kami menunjukkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan bangkit, dan keberanian untuk menunjukkan sisi rentan," kata Arteta.

Kini fokus Arsenal beralih ke partai final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei.

>>> Tiga Kiper Bersaing Ketat Rebut Gelar Penjaga Gawang Terbaik

Perayaan juara dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei setelah laga penutup musim kontra Crystal Palace.