Badai finansial yang melanda PSBS Biak membuat banyak pemain memilih hengkang. Namun, winger asal Brasil, Luquinhas, justru menunjukkan komitmen dengan tetap bertahan.

Keputusan ini diambil di tengah tunggakan gaji yang berkepanjangan. Luquinhas mengaku sepak bola bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian penting dalam hidupnya.

>>> Luis Figo Sebut Real Madrid Gagal Total Tanpa Gelar Musim Ini

Pemain berusia 29 tahun itu mengatakan nilai-nilai yang diajarkan orang tuanya menjadi dasar keputusannya. Ia berusaha menghormati profesi dan orang-orang di sekitarnya meski kondisi klub sulit.

PSBS sendiri dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Hingga pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026, Badai Pasifik hanya meraih empat kemenangan, enam imbang, dan 23 kekalahan.

Alasan Luquinhas Bertahan

"Saya memutuskan tetap bertahan karena saya benar-benar mencintai apa yang saya lakukan. Sepak bola bukan sekadar profesi, melainkan gairah hidup saya," ujarnya pada Kamis (21/5/2026).

"Saya juga tetap bertahan karena orang tua telah mengajarkan nilai-nilai penting sejak kecil, untuk selalu menunjukkan rasa hormat, bahkan ketika Anda mungkin merasa tidak dihormati," lanjutnya.

"Itulah sebabnya terlepas dari semua kesulitan, saya tidak pernah berhenti berlatih, tidak pernah menolak untuk bermain dan selalu berusaha membantu tim di lapangan," tambah Luquinhas.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di Stadion Utama GBK

Saat ini, Luquinhas menjadi satu dari tiga legiun asing yang masih bertahan di skuad Badai Pasifik. Dua lainnya adalah Mohcine Hassan dan Pablo Andrade.

Apresiasi untuk Pemain Lokal dan Staf

Luquinhas tak menampik kondisi finansial PSBS sangat berat. Situasi itu memberikan tekanan mental dan ekonomi bagi seluruh elemen tim setelah berbulan-bulan tanpa gaji.