Novel berbahasa Mandarin berjudul Taiwan Travelogue karya penulis Taiwan Yáng Shuāng-zǐ memenangkan International Booker Prize pada Jumat, 22 Mei 2026.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah fiksi berbahasa Mandarin meraih penghargaan fiksi terjemahan bergengsi tersebut.

>>> Alex Assad Gugat Cerai Clara Shinta, Berharap Mediasi Lancar

Karya ini diterjemahkan oleh Lin King, penerjemah Taiwan-Amerika, dan berhasil mengungguli lima finalis lainnya.

Hadiah uang sebesar 50.000 poundsterling (sekitar 67.000 dolar AS) dibagi rata antara penulis dan penerjemah.

Dewan juri memuji novel ini sebagai buku yang menawan, cerdas, dan penuh sindiran.

Buku ini mengisahkan memoar seorang novelis Jepang dalam tur kuliner Taiwan, menggambarkan hubungan kompleks antara penulis fiktif dengan penerjemah lokalnya.

Juri Natasha Brown menjelaskan bahwa novel tersebut mengeksplorasi tema kelas sosial dan kolonialisme melalui pertanyaan mendasar: "Bisakah cinta mengatasi ketidakseimbangan kekuasaan?"

>>> Olivia Rodrigo Bantah Kaitan Lagu The Cure dengan Band Legendaris

Novel ini dinilai sukses menjalankan peran ganda sebagai novel romantis sekaligus novel pascakolonial yang tajam.

Yáng Shuāng-zǐ mengungkapkan motivasi di balik penulisannya: ia ingin mengurai kondisi kompleks Taiwan pada masa penjajahan Jepang.

"Riset untuk tema sentral tentang perjalanan dan makanan mengubah hidup saya dalam dua cara: tabungan berkurang; berat badan naik," katanya kepada situs Booker Prizes.

Taiwan Travelogue pertama kali terbit dalam bahasa Mandarin pada tahun 2020 dan merupakan karya perdana Yáng Shuāng-zǐ yang diterjemahkan ke bahasa Inggris.

>>> Unik! Jepang Uji Terapi Pakai Anime untuk Bantu Penderita Depresi

Sebelum memenangkan International Booker Prize, buku ini telah meraih National Book Award untuk kategori terjemahan di Amerika Serikat pada tahun 2024.