Sayur kol sering menjadi pelengkap makanan favorit masyarakat Indonesia, seperti lalapan, tumisan, hingga isi bakwan. Namun, di balik kandungan gizinya, kol ternyata tidak selalu aman dikonsumsi semua orang.

Pada kondisi kesehatan tertentu, konsumsi kol justru bisa memicu gangguan pencernaan hingga memengaruhi efektivitas obat. Beberapa kelompok orang disarankan lebih berhati-hati sebelum terlalu sering makan sayuran ini.

>>> Elon Musk Cibir Serial The Boys Usai Karakternya Diparodikan Hingga Tewas

Kelompok yang Perlu Batasi Konsumsi Kol

Berikut adalah lima golongan orang yang harus menghindari atau membatasi konsumsi sayur kol:

1. Orang yang sedang diareKol kaya serat yang dapat melancarkan pergerakan usus.

Terlalu banyak kol dapat memperburuk kondisi seperti sindrom iritasi usus (IBS).

Menurut Everyday Health, kol bisa menyebabkan diare karena tingginya fruktan, karbohidrat alami yang juga ditemukan dalam gandum, bawang, dan brokoli.

2. Orang dengan penyakit lambungSayuran silangan seperti kol dapat menyebabkan gas dan kembung.

Penderita penyakit lambung, maag, atau GERD sebaiknya menghindari konsumsi kol berlebihan.

>>> Jadwal Tayang dan Sinopsis Anime Tensura Season 4 Episode 79

3.

Orang yang akan menjalani operasiKol dapat memengaruhi kadar gula darah dan mengganggu pengendalian gula darah selama dan setelah operasi.

Hentikan konsumsi kol setidaknya 2 minggu sebelum operasi yang dijadwalkan.

4. Orang yang mengonsumsi obat pengencer darahVitamin K dalam kol dapat mengganggu efektivitas obat pengencer darah.

Konsultasikan dengan dokter sebelum meningkatkan asupan kol.

5.

>>> BTS Gelar Konser Dua Hari di Stadion Utama GBK Desember 2026

Orang yang alergiOrang yang alergi terhadap sayuran famili Brassicaceae/Cruciferae, seperti brokoli, kubis Brussel, dan kembang kol, mungkin juga alergi terhadap kol.