Pemerintah akan menyalurkan program tambahan Bantuan Pangan beras untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino Godzilla di sejumlah wilayah Indonesia.

Penyaluran bantuan komoditas pokok ini direncanakan berlangsung selama dua bulan ke depan.

>>> Ubisoft Catat Kerugian Operasional Rp 26,72 Triliun pada Tahun Fiskal 2026

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa, 19 Mei 2026.

Alokasi komoditas ini menyasar 33 juta Penerima Bantuan Pangan.

Penjelasan Dirut Bulog

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memaparkan bahwa program tambahan ini disetujui dalam rapat bersama legislatif.

"Kemarin yang disetujui dari Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV adalah disetujuinya program tambahan bantuan pangan untuk periode ke depan," kata Ahmad Rizal Ramdhani saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis, 22 Mei 2026.

Menurutnya, penyaluran komoditas ini krusial untuk menjaga stabilitas konsumsi masyarakat di tengah ancaman kelangkaan pasokan akibat cuaca ekstrem.

"Menurut kami itu sangat bijaksana apabila memang ada Bantuan Pangan di masa-masa El Nino," tuturnya.

Setiap keluarga penerima manfaat dijadwalkan menerima 10 kg beras per bulan. "Kalau 2 bulan berarti menjadi 20 kilogram," jelas Ahmad Rizal Ramdhani.

Usulan awal program Bulog mencakup distribusi lebih panjang dengan total volume 1,3 juta ton untuk empat kali penyaluran.

>>> Jadwal MPL ID S17 22 Mei 2026: Bigetron vs Dewa United, Liquid vs Alter Ego

Namun, penugasan resmi yang diterima saat ini baru mencakup dua bulan alokasi.

"Kemudian komoditas yang disalurkan hanya beras saja," ujarnya di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI.

Dengan tambahan dua bulan alokasi pada Agustus dan November, total kumulatif penyaluran bantuan pangan oleh Bulog sepanjang tahun 2026 menjadi 1,9 juta ton.

"Disalurkan pada bulan Agustus dan November," tutur Ahmad Rizal Ramdhani.

Purnawirawan jenderal TNI bintang tiga itu menambahkan bahwa intervensi pasar ini juga menjadi bantalan sosial dari imbas ketidakpastian ekonomi global yang menekan masyarakat akar rumput.

"Karena kan situasi ekonomi global juga berpengaruh di masyarakat," katanya.

Skema bantuan kali ini berbeda dari alokasi periode Februari dan Maret yang memiliki komponen anggaran Rp 11,92 triliun lewat Badan Pangan Nasional.

>>> Arknights Tier List Operator Terkuat Mei 2026

Pada periode sebelumnya, masyarakat mendapatkan paket kombinasi beras dan minyak goreng, sedangkan saat ini fokus hanya pada beras.