Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) menjalin kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan Wadhwani Foundation untuk mempercepat pengembangan talenta digital berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional di Jakarta.

>>> Xiaomi Daftarkan Seri Redmi Note 17 di Sertifikasi China, Peluncuran Lebih Cepat?

Melalui kerja sama ini, ketiga pihak menargetkan pemberdayaan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia.

Program ini mencakup pelatihan AI, keterampilan digital, dan pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi.

Pelatihan akan dilaksanakan di 24 Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker RI di berbagai daerah di Indonesia.

Program ini mengintegrasikan platform SIAPKerja milik Kemnaker dengan platform AI Wadhwani Foundation, yaitu JobReady dan Genie AI, serta didukung konektivitas dan ekosistem digital dari Indosat.

Pernyataan Para Pemangku Kepentingan

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, mengatakan transformasi dunia kerja akibat digitalisasi dan perkembangan teknologi berjalan sangat cepat.

Hal ini membutuhkan langkah konkret untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja nasional.

Menurut Yassierli, bonus demografi Indonesia dapat menjadi peluang besar jika didukung peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

>>> Rupiah Anjlok, Harga Laptop Acer Naik Lebih dari 10 Persen

“Kesepahaman bersama ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi,” ujarnya.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan kolaborasi ini menjadi bagian dari visi demokratisasi AI di Indonesia.

“AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia,” ujar Vikram.

Ia menambahkan semangat #LebihBaikIndosat mendorong perusahaan terus memperluas akses teknologi digital yang inklusif bagi masyarakat.

President Wadhwani Entrepreneurship Meetul B. Patel menilai relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri menjadi faktor penting dalam mencetak tenaga kerja digital masa depan.

“Dengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker, kami bisa menjangkau jutaan anak muda di seluruh penjuru Indonesia secara terukur.

Keterampilan yang dilatih adalah keterampilan yang benar-benar dicari dunia industri saat ini, bukan tren kemarin,” jelasnya.

>>> 31 Kode Redeem FF Terbaru 22 Mei 2026: Amankan Final Shot Gerhana dan Skin SG2 Mengerikan

Program ini juga dirancang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui modul pelatihan adaptif berbasis AI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.