Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT), sebuah platform infrastruktur fiber digital independen berbasis open access.

IFT akan mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber optik yang mencakup backbone, kabel bawah laut domestik, hingga jaringan akses di berbagai wilayah Indonesia.

>>> Lenovo Luncurkan Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 untuk Yoga, Legion, dan Legion Tab

Dengan model bisnis open access, IFT membuka peluang kerja sama wholesale dengan operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, dan penyedia layanan digital untuk memperluas akses internet berkualitas tinggi.

Transaksi Strategis dan Pendanaan

Peluncuran IFT menandai rampungnya transaksi strategis yang dimulai sejak penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025.

Dalam transaksi tersebut, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi milik Arsari Group.

Setelah transaksi selesai, Indosat dan Lintasarta secara kolektif tetap memiliki 49,9 persen saham di NFT.

>>> TikTok Buka Suara Soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D

Indosat Group memperoleh dana bruto sekitar Rp11,7 triliun dari transaksi ini.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat bisnis inti, termasuk pengembangan jaringan fiber, percepatan implementasi 5G, serta pengembangan layanan digital yang mendukung era kecerdasan buatan (AI).

Pentingnya Infrastruktur Digital

Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P. S.

Djojohadikusumo, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur digital menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

>>> OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Flagship Compact Paling Terjangkau Tantang Apple

Kehadiran IFT diharapkan mempercepat pemerataan konektivitas digital dan memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia.