Astronom Ungkap Penyebab Planet Sub-Neptunus Jarang di Katai Merah
Planet sub-Neptunus adalah salah satu eksoplanet paling umum di galaksi Bima Sakti. Ukurannya berada di antara Bumi dan Neptunus, dengan radius dua hingga empat kali Bumi.
Eksoplanet ini biasanya mengorbit bintang mirip Matahari. Namun, para astronom menemukan keanehan pada sistem bintang katai merah: planet sub-Neptunus sangat jarang ditemukan di sana.
>>> Dolar AS Menguat, Industri Telekomunikasi Kelola Efek Fluktuasi Kurs
Radiasi Kuat Katai Merah
Fenomena ini menarik perhatian ilmuwan. Katai merah adalah jenis bintang paling dominan di galaksi.
Jika proses pembentukan planet serupa di semua sistem, sub-Neptunus seharusnya melimpah di sekitar katai merah.
Namun, data dari teleskop Kepler dan TESS menunjukkan jumlahnya jauh lebih sedikit dari prediksi.
Penelitian terbaru mengindikasikan radiasi kuat dari bintang katai merah menjadi penyebab utama. Bintang kecil ini memiliki aktivitas magnetik masif dan memancarkan radiasi ultraviolet tinggi pada fase awal.
Paparan ekstrem itu mengikis lapisan atmosfer tebal planet yang mengorbit terlalu dekat. Proses ini disebut atmospheric mass loss.
Planet sub-Neptunus yang semula diselimuti gas tebal kehilangan atmosfernya perlahan. Ketika atmosfer habis, hanya tersisa inti berbatu yang tidak lagi dikenali sebagai sub-Neptunus.
>>> Galaxy Space Ciptakan Antena Satelit Lipat Mirip Payung untuk Internet Langsung ke Ponsel
Neptunian Desert
Para astronom juga mengidentifikasi kawasan bernama Neptunian Desert. Wilayah orbit dekat bintang ini hampir tidak memiliki planet sub-Neptunus.
Kawasan itu terbentuk karena mayoritas planet tidak mampu bertahan dari suhu panas dan radiasi tinggi. Pengecualiannya adalah planet NGTS-4b yang berhasil bertahan di zona ekstrem tersebut.
Ilmuwan memprediksi NGTS-4b memiliki inti sangat padat. Atau, planet itu baru berpindah orbit setelah intensitas radiasi bintang induk melemah.
Mekanisme Bertahan Hidup
Studi lain menunjukkan beberapa sub-Neptunus yang selamat memiliki atmosfer sangat tebal atau lapisan es di bawah permukaan. Temuan ini membantu memahami pengaruh karakteristik bintang induk terhadap evolusi planet.
Investigasi terhadap sub-Neptunus penting dalam misi pencarian planet layak huni. Dengan memahami daya tahan atmosfer terhadap radiasi, astronom dapat memetakan sistem yang berpotensi mendukung kehidupan.
Data juga menunjukkan bintang katai merah memiliki aktivitas magnetik beragam, melepaskan badai plasma panas.
>>> Menteri Agama Soroti Nilai Moral dalam Perkembangan Kecerdasan Buatan
Fenomena ini diperkuat oleh penemuan lontaran massa koronal dari katai merah berjarak 130 tahun cahaya.
Update Terbaru
Daftar Harga Samsung Galaxy Z Flip 5, Flip 6, dan Flip 7 per Juli 2026
Rabu / 08-07-2026, 08:21 WIB
Model AI China Makin Digdaya, OpenAI dan Anthropic Mulai Tergeser
Rabu / 08-07-2026, 08:21 WIB
Galaxy Unpacked 22 Juli, Insentif Awal Samsung Sudah Bisa Diklaim
Rabu / 08-07-2026, 08:21 WIB
Annemarie Wiley Putus Kontak dengan Mantan Bintang 'RHOBH' di Tengah Drama Perceraian
Rabu / 08-07-2026, 08:21 WIB
Diddy Bangga dengan Putri Kembarnya yang Luncurkan Merek Streetwear Baru
Rabu / 08-07-2026, 08:21 WIB
Marcellus Wiley Bantah Tuduhan Istri yang Ajukan Gugatan Cerai
Rabu / 08-07-2026, 08:21 WIB
Rekaman 911 Mencekam Usai Penembakan DreamDoll Brii Dirilis
Rabu / 08-07-2026, 08:20 WIB
Skandal Wasit Francois Letexier: Curangi Timnas Indonesia hingga 'Bantu' Argentina di Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 08:20 WIB
Angka Pembunuhan di Meksiko Turun Drastis Selama Piala Dunia 2026, Rata-rata 40 Kasus per Hari
Rabu / 08-07-2026, 08:20 WIB
Cara Cek Status Pencairan 3 Bansos Pemerintah yang Cair Juli 2026
Rabu / 08-07-2026, 08:09 WIB
Cara Mudah Dapat Saldo Dana dari 5 Aplikasi Nonton Iklan Terbukti Cair 2026
Rabu / 08-07-2026, 08:08 WIB
Pakistan Cari Pesawat Kargo Hilang di Laut Arab
Rabu / 08-07-2026, 08:01 WIB
Colombia Tampilkan Luis Suarez Lawan Swiss di Babak 16 Besar
Rabu / 08-07-2026, 08:01 WIB
Geno Auriemma Tolak Narasi Rasial di Balik Pelanggaran Keras pada Caitlin Clark
Rabu / 08-07-2026, 08:01 WIB







