Galaxy Space, perusahaan antariksa swasta asal China, memperkenalkan antena satelit dengan desain unik menyerupai payung lipat.

Perangkat ini dapat menguncup rapat di dalam roket dan mekar otomatis saat mencapai orbit Bumi.

>>> Menteri Agama Soroti Nilai Moral dalam Perkembangan Kecerdasan Buatan

Inovasi yang dijuluki "space umbrella" ini diklaim sebagai antena deployable umbrella performa tinggi pertama dari industri antariksa swasta China.

Teknologi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan satelit Low Earth Orbit (LEO).

Antena tersebut berperan penting dalam memfasilitasi jaringan telekomunikasi, pemetaan Bumi, navigasi, dan layanan internet satelit.

Salah satu target utamanya adalah menghadirkan koneksi direct-to-cell yang menghubungkan satelit langsung ke smartphone.

Sistem ini meminimalkan ketergantungan ponsel pada tower Base Transceiver Station (BTS) di darat.

Teknologi ini diproyeksikan menjadi solusi bagi area terpencil yang belum terjangkau sinyal dan pemulihan komunikasi saat bencana alam.

Efisiensi Ruang Kargo Roket

Mekanisme lipat pada antena didasari oleh kebutuhan efisiensi ruang kargo roket. Antena satelit biasanya membutuhkan ukuran fisik besar untuk memancarkan dan menangkap sinyal optimal.

Keterbatasan ruang penyimpanan di dalam roket menjadi tantangan bagi penyedia jasa peluncuran. Dengan desain fleksibel, antena dapat diringkas hingga ukuran sangat signifikan sebelum dilepas ke luar angkasa.

>>> Sinopsis Monkey Man, Bioskop Trans TV 21 Mei 2026

Menurut Galaxy Space, antena ini memiliki diameter sekitar 1 meter dengan rasio penyimpanan di bawah 12 persen.

Dimensi tersebut memungkinkan antena dipadatkan hingga seukuran casing komputer kecil saat peluncuran.

Formasi ringkas ini penting karena roket modern dituntut mampu membawa banyak satelit sekaligus. Kompresi ukuran antena memungkinkan satelit memuat reflektor komunikasi lebih besar tanpa mengorbankan ruang muat.