PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus menjalankan program strategis untuk mendukung UMKM dan pemerataan akses digital.

Perusahaan BUMN ini tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga menjangkau wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).

>>> Ilmuwan Ungkap Asal-usul Unik Kepiting Berjalan Menyamping

Salah satu langkah nyata adalah menggelar pelatihan Kartini in Technology pada momen Hari Kartini. Acara tersebut diikuti oleh 260 perempuan pelaku UMKM dari berbagai daerah secara hybrid.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk memajukan bisnis.

Materi yang diberikan mencakup pembuatan konten pemasaran digital hingga strategi komunikasi yang efektif dan efisien.

Peran Strategis Perempuan dalam Ekonomi

Langkah Telkom dilatarbelakangi oleh besarnya peran perempuan dalam perekonomian nasional. Sektor UMKM menyumbang sekitar 60,5% terhadap PDB dan menyerap hampir 97% tenaga kerja.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2025, sebanyak 64,5% atau 37 juta pelaku UMKM di Indonesia dioperasikan oleh perempuan.

Digitalisasi yang cepat menuntut peningkatan kompetensi, terutama dalam penguasaan AI agar bisnis tetap kompetitif.

SGM Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan berbasis teknologi adalah langkah strategis.

"Telkom Indonesia berkomitmen membuka akses dan peluang yang setara dalam pemanfaatan teknologi, khususnya bagi perempuan pelaku UMKM," ujarnya.

"Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui teknologi," lanjut Hery.

"Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, kami percaya perempuan Indonesia mampu menguasai AI untuk meningkatkan daya saing bisnisnya."

Dalam pelatihan tersebut, Telkom memberikan pembekalan praktis seperti teknik copywriting pemasaran, produksi visual produk, dan pembuatan video promosi menggunakan alat AI.