Sejumlah pemerintah daerah di Indonesia mengintensifkan pembangunan sistem Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sepanjang April hingga Mei 2026.

Langkah akselerasi ini merespons instruksi Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mentransformasi tata kelola kepegawaian yang objektif.

>>> BMKG Prakirakan Semarang Diguyur Hujan Curah Mulai Siang Ini

Kepala BKN Prof. Zudan mendorong percepatan ini di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, pada Selasa (12/05/2026).

Menurutnya, manajemen talenta menjadi instrumen utama pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah.

BKN menyediakan bantuan teknis berkelanjutan serta posko konsultasi daring secara gratis. Layanan ini tidak memungut biaya dari kas daerah.

"Karena itu, BKN mendorong seluruh pemerintah daerah untuk segera menerapkan Manajemen Talenta sebagai instrumen utama dalam pengisian jabatan dan pengembangan karier ASN," tegas Prof. Zudan.

Dukungan teknis bagi daerah ditegaskan kembali oleh Kepala BKN untuk memastikan kelancaran proses transisi.

"BKN akan terus memberikan pendampingan intensif kepada instansi pemerintah daerah, termasuk melalui layanan konsultasi daring yang dilaksanakan secara rutin tanpa dipungut biaya," pungkasnya.

Kabupaten Bintan dan Morotai Mulai Pemetaan

Pemerintah Kabupaten Bintan melakukan pemetaan potensi bagi 1.355 Pegawai Negeri Sipil.

Strategi ini dipaparkan oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Sekda Ronny Kartika di Kantor BKN RI Jakarta pada Rabu, 22 April 2026.

"Bagi kami, Manajemen Talenta ini adalah perubahan paradigma untuk membangun ekosistem birokrasi yang menempatkan orang pada posisi yang tepat atau the right person in the right place," ujar Roby Kurniawan.

Sistem ini dirancang untuk memetakan potensi pegawai secara terstruktur. Pengisian jabatan diharapkan berlangsung efektif sesuai kemampuan nyata masing-masing aparatur.

"Kami ingin mewujudkan instrumen strategis guna memastikan tata kelola ASN berjalan profesional. Transformasi ini adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang adaptif dan sistem yang kuat," tambah Roby Kurniawan.