Apa Itu Port Wine Stain? Bercak Merah di Wajah Achmad Syahri saat Video Permintaan Maaf Viral Jadi Sorotan

Video permintaan maaf anggota DPRD Jember, Achmad Syahri Assiddiqi, mendadak ramai diperbincangkan publik di media sosial. Perhatian warganet tertuju pada bercak merah yang tampak jelas di sisi wajah politisi tersebut.

Sejumlah pengguna media sosial sempat menduga tanda merah itu merupakan bekas kekerasan setelah video Syahri merokok dan bermain gim saat rapat menjadi viral.

Spekulasi itu muncul dalam berbagai komentar warganet yang mengaitkan kondisi wajah Syahri dengan kontroversi yang sedang ramai dibahas.

Bercak Merah Disebut Tanda Lahir Permanen

Namun, tanda merah di wajah Achmad Syahri diketahui bukan memar akibat kekerasan. Bercak tersebut merupakan tanda lahir permanen yang dalam dunia medis dikenal sebagai port wine stain atau nevus flammeus.

Kondisi itu juga terlihat dalam sejumlah foto serta dokumentasi resmi Syahri yang sebelumnya telah beredar.

Dalam video permintaan maaf yang viral, bercak merah tampak berada di sekitar mata kiri dan menyebar hingga menutupi sebagian area wajah.

>>> BMKG Prakirakan Kulon Progo Diguyur Hujan Ringan Hari Ini Senin 18 Mei 2026

Apa Itu Port Wine Stain?

Port wine stain merupakan kelainan pembuluh darah bawaan yang ditandai bercak datar berwarna merah muda, merah terang, hingga ungu gelap pada kulit.

Kondisi tersebut terjadi akibat pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit berkembang tidak normal.

  • Bercak biasanya muncul sejak lahir.
  • Warna dapat semakin gelap seiring bertambahnya usia.
  • Permukaan kulit bisa menebal pada beberapa kasus.
  • Sering ditemukan di wajah, leher, tangan, atau kaki.

Port wine stain umumnya bersifat permanen dan tidak hilang dengan sendirinya tanpa penanganan medis tertentu.

Bukan Akibat Faktor Kehamilan

Secara medis, port wine stain termasuk malformasi vaskular bawaan. Kondisi ini terjadi secara acak dan bukan disebabkan oleh aktivitas tertentu selama masa kehamilan.

Dalam banyak kasus, kondisi tersebut tidak membahayakan kesehatan. Namun pada sebagian penderita, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan lain yang berkaitan dengan pembuluh darah.