Pasar mobil keluarga ramah lingkungan di Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang April 2026. Persaingan ketat terjadi antara dua model dengan teknologi elektrifikasi berbeda.

Toyota Veloz Hybrid berhasil memimpin pasar dengan angka distribusi sebanyak 3.262 unit.

>>> BYD Siap Luncurkan Mobil Hybrid di Indonesia, Diduga BYD M6 PHEV

Sementara itu, BYD M6 menguntit di posisi berikutnya setelah membukukan angka penjualan sebesar 2.472 unit.

Pencapaian ini membuktikan bahwa kendaraan hybrid masih mendominasi minat masyarakat Indonesia.

Meskipun di sisi lain, popularitas kendaraan bertenaga listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) juga terus meningkat pesat.

Kedua produsen ini menerapkan strategi yang bertolak belakang dalam memikat konsumen keluarga.

Toyota memilih jalur elektrifikasi bertahap, sedangkan BYD langsung menawarkan Multi Purpose Vehicle (MPV) tanpa bahan bakar fosil.

Perbedaan Dimensi dan Performa

Meskipun sama-sama menyediakan kapasitas kabin tiga baris, dimensi kedua mobil ini cukup berbeda.

Toyota Veloz Hybrid memiliki panjang bodi sekitar 4.475 mm dengan jarak sumbu roda atau wheelbase 2.750 mm.

Ukuran yang ringkas tersebut membuat Veloz Hybrid tetap praktis untuk mobilitas perkotaan. Kendaraan ini menawarkan radius putar yang memudahkan pengemudi saat bermanuver di ruang terbatas.

Sebaliknya, BYD M6 hadir dengan proporsi tubuh yang lebih besar.

Kendaraan listrik asal China ini memiliki panjang total mencapai 4.710 mm serta ukuran wheelbase sejauh 2.800 mm.

Dimensi yang bongsor ini membuat ruang interior BYD M6 terasa lebih lapang. Karakter lapang tersebut dirasakan langsung oleh penumpang yang berada di baris kedua maupun baris ketiga.

>>> Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Oli Mesin Kendaraan

Sektor dapur pacu menjadi pembeda utama dari kedua model terlaris ini. Toyota Veloz Hybrid mengombinasikan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc dengan motor listrik hybrid.