Pasar lelang mobil bekas di Indonesia mulai menunjukkan pergeseran signifikan.

JBA Indonesia, salah satu penyelenggara lelang terkemuka, melaporkan peningkatan kontribusi kendaraan hybrid dan listrik pada Kuartal I/2026.

>>> Pasar LMPV April 2026 Bergairah, Toyota Avanza Kokoh di Puncak

Kenaikan 7 Persen pada Kuartal Pertama

Menurut data internal JBA, pangsa kendaraan elektrifikasi dalam total transaksi lelang naik hingga 7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini mencerminkan minat konsumen yang semakin besar terhadap mobil ramah lingkungan, terutama di segmen bekas.

Kenaikan ini tidak terlepas dari semakin banyaknya pilihan mobil hybrid yang tersedia di pasar.

Produsen otomotif global terus memperkenalkan model hybrid dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga pasokan di pasar sekunder pun ikut bertambah.

Faktor Pendorong Tren Elektrifikasi

Beberapa faktor mendorong pertumbuhan ini. Pertama, kesadaran masyarakat akan efisiensi bahan bakar dan emisi karbon semakin tinggi.

Kedua, insentif pemerintah untuk kendaraan rendah emisi turut mempengaruhi keputusan pembelian.

>>> Suzuki Luncurkan Burgman 15, Siap Bersaing dengan PCX dan Nmax

Selain itu, harga mobil hybrid bekas yang relatif stabil membuatnya menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi elektrifikasi tanpa harus membeli baru.

JBA mencatat bahwa model-model hybrid dari merek Jepang dan Korea mendominasi transaksi.

Meski demikian, kendaraan konvensional masih mendominasi pasar lelang secara keseluruhan.

Namun, tren peningkatan ini menunjukkan bahwa masa depan mobilitas di Indonesia mulai bergerak menuju energi yang lebih bersih.

JBA Indonesia optimistis bahwa kontribusi kendaraan hybrid dan listrik akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian daya.

>>> Dishub DKI Jakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Sudirman-Semanggi Akibat Acara Lari

Pasar lelang pun diharapkan menjadi barometer adopsi kendaraan elektrifikasi di tanah air.