Perpaduan sistem tersebut menghasilkan tenaga gabungan sebesar 109 tk yang disalurkan melalui transmisi e-CVT. Teknologi ini tidak memerlukan pengisian daya eksternal dari stasiun pengisian listrik.

Sementara itu, BYD M6 sepenuhnya mengandalkan pasokan daya dari baterai menuju motor listrik.

Sistem penggerak murni ini mampu menyemburkan tenaga hingga 154 tk dengan torsi instan mencapai 310 Nm.

BYD menyediakan beberapa opsi kapasitas baterai, mulai dari 55,4 kWh hingga yang terbesar 71,8 kWh.

Daya tampung baterai tersebut diklaim sanggup menempuh jarak antara 420 km sampai 530 km.

Harga dan Jaringan Layanan

Dari segi nilai ekonomis, Toyota Veloz Hybrid ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif. Kendaraan low MPV ini dipasarkan mulai dari kisaran Rp 303 jutaan hingga Rp 385 jutaan.

Di sisi lain, BYD M6 dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 383 jutaan. Angka tersebut ditandai dengan keunggulan dimensi bodi yang lebih luas serta performa motor listrik murni.

Namun, Toyota memiliki nilai lebih dari segi ketersediaan jaringan servis yang luas.

Faktor kepercayaan terhadap merek otomotif raksasa Jepang ini juga sudah mengakar kuat di benak konsumen tanah air.

>>> Ganjil Genap Jakarta Berlaku Pekan Ini, Pelanggar Didenda Rp 500 Ribu

Dominasi angka penjualan Veloz Hybrid mengindikasikan bahwa konsumen masih memilih opsi yang fleksibel. Sistem hybrid dianggap aman karena tidak bergantung pada ketersediaan infrastruktur pengisian daya listrik.