Unggahan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah memuat pernyataan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia.

Konten tersebut menjadi sorotan usai dibagikan akun media sosial pada Rabu, 21 Mei 2026. Dalam unggahan itu, terlihat dua bentuk pernyataan maaf yang disampaikan mahasiswa UGM.

Satu pernyataan ditampilkan langsung melalui unggahan digital, sementara lainnya terlihat dicetak dalam bentuk spanduk yang dibentangkan di area kampus.

Permintaan Maaf untuk Masyarakat

>>> 5 HP Support eSIM Termurah 2026: Pilihan Mulai 2 Jutaan

BEM UGM menyebut permintaan maaf itu ditujukan kepada masyarakat yang dinilai terdampak situasi nasional saat ini.

Dalam pernyataannya, mereka mengaku tidak ikut bersolidaritas terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

“Sebagai Universitas Perjuangan, kami meminta maaf kepada setiap warga negara yang dikriminalisasi sebab kami tidak ikut bersolidaritas. Sebagai Universitas Kerakyatan, kami meminta maaf kepada rakyat desa dan seluruh rakyat Indonesia yang hari ini menuai pahitnya banalitas rezim,” demikian isi pernyataan tersebut.

Singgung Buruh hingga Generasi Mendatang

Tak hanya itu, BEM UGM juga menyinggung kondisi buruh dan petani yang dinilai menghadapi tekanan ekonomi.

Tagar #UGMMintaMaaf turut disertakan dalam unggahan tersebut dan langsung menyebar luas di media sosial.

“Kami meminta maaf kepada buruh dan petani yang terseok-seok menanggung beban ekonomi, sementara Universitas ini justru membiarkan ketidakadilan terpusat dan menjadi kebudayaan penguasa,” tulis mereka.

BEM UGM juga menyinggung persoalan tata kelola negara yang dinilai akan berdampak pada generasi berikutnya.

“Kami, sebagai Universitas Nasional, meminta maaf kepada generasi yang akan mewarisi segala permasalahan nasional akibat dari salah urus negara hari ini,” lanjut pernyataan itu.

Ramai Komentar Warganet

Unggahan tersebut kemudian viral dan memancing beragam komentar dari pengguna media sosial.

Sejumlah akun mempertanyakan maksud dari pernyataan maaf itu, sementara lainnya menilai sikap tersebut sebagai bentuk kritik terhadap situasi nasional.

  • “Apakah terkait ijazah palsu?” tulis salah satu pengguna media sosial.
  • “Beneran diunggah di akun BEM UGM,” komentar akun lainnya.
  • “Kayaknya semua kampus memang pada diam dengan keadaan belakangan ini,” tulis warganet lain.

Hingga kini, unggahan bertagar #UGMMintaMaaf tersebut masih ramai diperbincangkan dan terus mendapat respons dari publik di media sosial.