Pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sports, bersama Liberty Media dan sejumlah pabrikan dilaporkan tengah mengkaji perubahan regulasi yang radikal untuk musim 2027.

Kebijakan baru ini berpotensi mengubah peta persaingan secara drastis.

>>> VinFast Luncurkan Motor Listrik Evo Lite Tanpa SIM di Vietnam

Setiap pebalap nantinya direncanakan hanya mendapatkan fasilitas satu unit motor sepanjang akhir pekan balapan.

Langkah tersebut digodok sebagai bagian dari efisiensi besar-besaran untuk memangkas biaya operasional tim.

Pada sistem yang berjalan sekarang, regulasi MotoGP memperbolehkan setiap pebalap memiliki dua unit motor di dalam garasi mereka.

Keberadaan motor cadangan berguna untuk mempermudah penggantian setelan saat latihan atau mengantisipasi insiden kecelakaan.

Jika Komisi Grand Prix resmi mengesahkan aturan ini, strategi dan peta persaingan di lintasan kelas utama dipastikan bergeser.

MotoGP tidak lagi menjadi anomali dan akan menyamakan standarnya dengan Moto2, Moto3, serta World Superbike (WSBK).

Dampak pada Balapan Flag-to-Flag

Dampak paling nyata dari kebijakan satu motor ini bakal terlihat ketika balapan berlangsung dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah atau fase flag-to-flag.

Sejak musim 2006, para pebalap terbiasa masuk ke pitlane untuk langsung berganti ke motor kedua dengan ban yang sesuai.

Skenario flag-to-flag otomatis berubah total tanpa adanya motor cadangan.

>>> BMW M3 E92 Lime Rock Edition dengan 86 Mil Siap Pecahkan Rekor Lelang

Pilihannya, penyelenggara harus kembali ke aturan lama dengan menghentikan balapan sementara menggunakan red flag, atau menerapkan sistem pit stop murni untuk mengganti ban seperti di ajang WSBK.

Pada kompetisi WSBK, proses penggantian ban di area pit wajib mematuhi aturan waktu intervensi minimum.

Aturan tersebut diterapkan secara ketat demi menjaga keselamatan kru mekanik serta pebalap yang sedang berkompetisi.

Selain faktor cuaca, regulasi satu motor ini juga akan memperkecil ruang toleransi terhadap kesalahan pebalap.

Pebalap yang mengalami kecelakaan fatal pada sesi latihan atau kualifikasi dipastikan tidak bisa melanjutkan sesi karena absennya motor cadangan.

Sebagai contoh pada seri MotoGP Catalunya lalu, pebalap seperti Pedro Acosta atau Fabio Di Giannantonio kemungkinan besar tidak bisa ikut serta saat balapan dimulai kembali jika aturan ini sudah berlaku.

Motor utama mereka mengalami kerusakan parah akibat insiden di lintasan.

Hingga kini, wacana pengetatan regulasi tersebut masih berada dalam tahap pembahasan mendalam antara pihak pabrikan dan penyelenggara.

>>> 5 Jenis Kendaraan yang Bebas Pajak Kendaraan Bermotor Tahunan

Diskusi intensif terus dilakukan sebelum diambil keputusan resmi untuk masa depan kompetisi MotoGP.