Google merilis pembaruan peramban Chrome versi 148 untuk menambal 79 celah keamanan di Windows, macOS, Linux, Android, dan iOS.

Dari jumlah tersebut, 14 kerentanan berstatus kritis dan puluhan lainnya berisiko tinggi yang berpotensi dieksploitasi peretas.

>>> Meta PHK 8.000 Karyawan, Fokus Genjot Investasi Kecerdasan Buatan

Peran AI dalam Deteksi Celah

Lonjakan penemuan celah keamanan ini didorong oleh pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Google.

Dari total kerentanan yang diperbaiki, Google mendeteksi 59 celah secara mandiri, sementara 20 lainnya dilaporkan peneliti eksternal dengan imbalan 112.000 dolar AS.

Sebagian besar kerentanan kritis bertipe use-after-free (UAF) yang membahayakan memori dinamis peramban.

Google berencana beralih ke bahasa pemrograman Rust yang lebih aman dalam pengelolaan memori dibandingkan C atau C++.

>>> Peneliti Temukan Celah Keamanan YellowKey yang Mampu Bobol BitLocker Windows 11

Belum Ada Eksploitasi Aktif

Google mengonfirmasi belum ada laporan eksploitasi aktif terhadap celah-celah tersebut.

Pembaruan akan digulirkan secara bertahap ke seluruh pengguna global dalam beberapa hari hingga minggu ke depan.

Google menyarankan pengguna segera melakukan pembaruan mandiri melalui menu bantuan peramban tanpa menunggu pembaruan otomatis.

>>> Google Kenalkan Fitur Continue On di Android 17 untuk Permudah Pindah Perangkat

Jadwal peluncuran Chrome versi 149 direncanakan pada awal Juni 2026.