Sebuah celah keamanan besar ditemukan di PlayStation Network (PSN). Peretas dilaporkan mampu membobol akun pengguna lain dengan informasi yang sangat minim.

Laporan dari The Gamer pada Kamis (21/5/2026) menyebutkan insiden ini memicu kehebohan di komunitas pemain. Aksi pembobolan tidak memerlukan email maupun kata sandi pemilik akun.

>>> Kemensos Sinkronisasi Data 25.000 Warga Miskin Daerah ke Bansos Pusat

Kerentanan sistem diperparah karena fitur Autentikasi Dua Faktor (2FA) tidak mampu membendung serangan. Sistem layanan bantuan Sony diduga menjadi pintu masuk utama.

Petugas langsung memberikan akses setelah pelaku menyodorkan ID PSN target beserta contoh riwayat pembelian. Informasi ini dilansir dari Detik iNET.

Korban Podcaster PlayStation

Kasus ini mencuat setelah podcaster PlayStation Colin Moriarty membagikan pengalamannya di media sosial X. Akunnya berhasil dikuasai peretas meskipun 2FA sudah aktif.

"Akun PSN saya diretas, tampaknya sebagai bagian dari serangkaian tindakan canggih yang sedang berlangsung terhadap pengguna biasa maupun 'terkemuka'," kata Moriarty.

>>> Kominfo Blokir 500 Aplikasi Penghasil Uang Palsu Sepanjang Tahun Lalu

Ia menegaskan tidak terjebak phising atau ceroboh menjaga kata sandi. Aktivitas janggal terdeteksi ketika ratusan email spam masuk secara bersamaan.

"Lalu saya menerima pesan teks yang menyatakan bahwa alamat email PlayStation Network saya telah diubah.

Kemudian saya menerima pesan teks lagi yang mengatakan bahwa otentikasi dua faktor (2FA) telah dimatikan," sambungnya.

Moriarty menduga ada keterlibatan pihak internal Sony yang menjual data pelanggan. Kemungkinan lain adalah data sensitif berasal dari kebocoran sistem sebelumnya.

>>> Kemensos Salurkan Bansos Tahap 2 Mei 2026 via Bank Himbara dan Pos

Pihak Sony masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi. Belum ada panduan mitigasi konkret untuk mengamankan akun pengguna.