Kominfo Blokir 500 Aplikasi Penghasil Uang Palsu Sepanjang Tahun Lalu

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Otoritas Jasa Keuangan memperketat pengawasan terhadap aplikasi penghasil uang di Indonesia.
Langkah ini diambil setelah banyak laporan masyarakat tentang platform digital ilegal yang menjanjikan keuntungan instan namun berujung penipuan.
>>> Kemensos Salurkan Bansos Tahap 2 Mei 2026 via Bank Himbara dan Pos
Sepanjang tahun 2025, Kominfo memblokir lebih dari 500 aplikasi penghasil uang palsu.
Penutupan akses ini menyasar platform yang terbukti menggunakan skema ponzi, meminta deposit tanpa izin, dan menyalahgunakan data pribadi pengguna.
OJK mencatat kerugian masyarakat akibat aplikasi bodong berkedok reward mencapai Rp45 miliar pada periode 2025. Otoritas mengimbau pengguna untuk selalu memeriksa legalitas platform sebelum mengunduh.
"Tidak ada aplikasi legal yang menawarkan penghasilan fantastis tanpa upaya dari penggunanya," demikian bunyi imbauan resmi OJK dan Kominfo.
Publik diminta tidak mudah tergiur klaim sepihak dari pengembang yang tidak bertanggung jawab.
Perbandingan Aplikasi Legal dan Ilegal
Platform penghasil uang yang sah tidak pernah memberikan hasil instan dalam jumlah besar.
Penghasilan rata-rata pengguna aktif dari aplikasi legal berkisar antara Rp10.000 hingga Rp100.000 per hari, tergantung waktu dan konsistensi.
Salah satu platform yang terbukti aman adalah aplikasi survei daring lokal seperti Jakpat. Platform ini memiliki lebih dari 2 juta responden aktif per awal 2026.
Batas minimum penarikan poin pada platform survei lokal adalah Rp50.000 dengan proses pencairan 1 hingga 3 hari kerja.
>>> Roblox Batasi Akses Pemain di Bawah 16 Tahun di Indonesia
Berikut perbandingan karakteristik aplikasi legal dan ilegal:
- Aplikasi legal terdaftar di otoritas resmi, sedangkan ilegal tidak memiliki izin.
- Skema keuntungan legal memberikan imbalan masuk akal, ilegal menjanjikan hasil fantastis instan.
- Keamanan data terjamin pada aplikasi legal, ilegal sering meminta deposit uang.
- Proses penarikan legal sesuai batas minimum reguler, ilegal mempersulit penarikan dana.
Update Terbaru
Nonton Download Film Colony (2026) Sub Indo di Bioskop Bukan LK21: Kisah Karantina Gedung akibat Virus Misterius
Kamis / 21-05-2026, 21:00 WIB
Polymarket Disorot Usai Muncul Taruhan soal Masa Jabatan Presiden Prabowo
Kamis / 21-05-2026, 20:57 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Batal Berangkat Haji 2026, Sebut Belum Waktunya
Kamis / 21-05-2026, 20:47 WIB
BEM UGM Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik, Unggahan #UGMMintaMaaf Viral
Kamis / 21-05-2026, 20:44 WIB
5 HP Support eSIM Termurah 2026: Pilihan Mulai 2 Jutaan
Kamis / 21-05-2026, 20:43 WIB
BIGHIT MUSIC Tayangkan Live Viewing Konser BTS di Bioskop Juni 2026
Kamis / 21-05-2026, 20:43 WIB
Lapakgaming Luncurkan Program Afiliasi Game untuk Perluas Ekosistem Digital
Kamis / 21-05-2026, 20:40 WIB
Michael Menang Jackpot Rp42,7 Miliar di MGM National Harbor
Kamis / 21-05-2026, 20:39 WIB
Nadeo Argawinata Prioritaskan Kemenangan Borneo FC daripada Gelar Kiper Terbaik
Kamis / 21-05-2026, 20:38 WIB
Fabio Quartararo: Motor Yamaha Belum Alami Kemajuan Signifikan
Kamis / 21-05-2026, 20:38 WIB
MotoGP Spanyol 2026: 23 Pembalap di Jerez Akibat Cedera dan Wild Card
Kamis / 21-05-2026, 20:38 WIB
Juragan99 Trans Luncurkan Bus Baru dengan Konsep In Road Entertainment
Kamis / 21-05-2026, 20:38 WIB
Sinopsis Film Korea HOPE Tampilkan Teror Alien di Desa DMZ Korea Selatan, Tayang Musim Panas 2026
Kamis / 21-05-2026, 20:36 WIB
SpaceX Borong 1.279 Cybertruck Senilai $131 Juta pada Q4 2025
Kamis / 21-05-2026, 20:34 WIB






