Aktor dan penyanyi Korea Selatan, Kim Jae Joong, secara terbuka mengumumkan keputusan untuk menghentikan prosedur pembekuan sperma atau sperm freezing.

Keputusan itu diambil setelah ia mengetahui adanya regulasi batas waktu penyimpanan sampel biologis tersebut.

>>> Falcon Pictures Gandeng Sutradara Korea Selatan Garap Film Gasigogi

Pernyataan ini disampaikan Kim Jae Joong saat mengundang rekan dekatnya, Choi Jin-hyuk, Yoon Shi-yoon, dan Yoo Seon-ho, dalam acara Stars' Top Recipe at Fun-Staurant di KBS 2TV.

Keinginan kuat untuk membangun rumah tangga di masa depan menjadi alasan awal dirinya menjalani prosedur medis tersebut.

"Saya memiliki keinginan yang kuat untuk menikah, jadi saya membekukannya di masa lalu. Ketika kamu masih muda, kamu harus menjaga gen untuk melahirkan anak yang sehat," ujarnya.

Namun, harapan tersebut harus menghadapi kendala aturan medis yang membatasi masa simpan sampel sperma beku selama tiga hingga lima tahun saja.

Aturan penyimpanan yang mengharuskan sampel dibuang setelah melewati tenggat waktu tersebut membuat sang artis merasa kecewa.

"Hati saya hancur setiap kali dibuang, jadi sekarang saya berencana untuk tidak melakukannya lagi," ungkapnya.

Selain membagikan kisah sedihnya, Kim Jae Joong juga menceritakan pengalaman jenaka saat pertama kali mendatangi klinik kesuburan secara sembunyi-sembunyi menggunakan masker.

>>> PLN Periksa Gangguan Sistem Kelistrikan di Sumatera Utara

"Saat kamu memasuki ruang dokter di rumah sakit, kamu harus melepas celana terlebih dahulu," kenangnya.

Upayanya menjaga privasi gagal saat petugas medis memanggil nama lengkapnya dengan keras di ruang tunggu yang penuh orang.

"Seseorang di luar memanggil 'Tuan Kim Jae Joong' dengan keras. Saya masuk diam-diam sambil memakai masker, tetapi ketika nama saya dipanggil, orang-orang menatap saya.

Itu sangat memalukan," ceritanya.

Ia juga berseloroh mengenai ketegangan yang dialami ketika berada di dalam ruang pengambilan sampel.

"Ada masalah jika keluar terlalu cepat dan juga ketika keluarga terlalu lambat," candanya.

>>> PLN Atasi Blackout Massal Akibat Gangguan Transmisi di Empat Provinsi Sumatera

"Kamu benar-benar harus mengikuti waktu yang tepat," ungkapnya.