Federasi Otomotif Dunia (FIA) mengambil langkah besar dengan merombak regulasi Formula 1 di tengah musim.

Keputusan ini diambil menjelang balapan seri Miami setelah tekanan dari sejumlah pembalap papan atas.

>>> Empat Provinsi Masih Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan 2026

Perubahan aturan ini merupakan respons langsung terhadap kritik yang terus mengalir. Pengelolaan mesin baru yang diterapkan sejak awal musim dinilai justru menurunkan daya saing.

Kritik dari Verstappen dan Norris

Max Verstappen menjadi salah satu figur paling lantang menyuarakan kekecewaan. Juara dunia empat kali tersebut kini tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara.

Ia bahkan sempat melontarkan isyarat mengenai rencana pensiun. Lando Norris memberikan perhatian khusus pada risiko penggunaan mesin hibrida listrik dengan komposisi tenaga 50-50.

Pembalap asal Inggris itu mengingatkan adanya bahaya besar jika regulasi tidak segera diperbaiki. "Terbang melewati pagar dan menyebabkan kerusakan besar," kata Norris.

Penyesuaian Teknis pada Energi

FIA memanfaatkan kekosongan jadwal akibat pembatalan Grand Prix di Arab Saudi dan Bahrain untuk evaluasi total.

Revisi disepakati setelah diskusi mendalam dengan para kepala tim dan pimpinan produsen unit daya.

Perubahan mencakup penyesuaian pada sistem penyimpanan dan penyaluran energi. Pada sesi kualifikasi, jumlah energi maksimum per putaran dipangkas dari 8 megajoule menjadi 7 megajoule.

Pengurangan kuota energi ini bertujuan agar pembalap tidak terlalu lama dalam fase pemulihan daya.

Namun, batas penggunaan tenaga penuh pada kualifikasi justru dinaikkan dari 250 kilowatt menjadi 350 kilowatt.

>>> Wacana Pajak Kendaraan Listrik Kembali Mengemuka, Pengamat Dorong Skema Progresif

FIA juga memperluas daftar sirkuit yang diperbolehkan menerapkan batas energi lebih rendah. Jumlah lintasan bertambah dari delapan menjadi dua belas sirkuit.