Kemenhub Kembangkan Proyek BRT di Bandung dan Sumatra Utara
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen mengembangkan sistem transportasi publik yang bersih dan terintegrasi di kawasan ASEAN.
Salah satu langkahnya adalah proyek Bus Rapid Transit (BRT) di Cekungan Bandung, Jawa Barat, dan Sumatra Utara.
>>> Penjualan Mobil Listrik Global Tembus 20 Juta Unit pada 2025
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Muiz Thohir, menyatakan transformasi ini membutuhkan layanan bus yang andal untuk masyarakat perkotaan dan regional.
Proyek percontohan ini dikembangkan bersama World Bank dengan menyediakan jalur khusus, halte, dan sistem transportasi cerdas (ITS).
“Kami berkomitmen terus mendorong pengembangan sistem transportasi publik yang berorientasi pada pelayanan masyarakat,” jelas Muiz.
Pemerintah pusat bertugas membangun infrastruktur, sedangkan pengadaan sarana termasuk bus listrik diserahkan kepada pemerintah daerah.
Penguatan sistem transportasi publik nasional juga melibatkan perluasan sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku industri, mitra pembangunan, dan operator.
“Saat ini kami bekerja sama dengan World Bank untuk mengembangkan pilot project BRT Sumatra Utara dan BRT Bandung dengan dedicated lane, halte, termasuk pengembangan ITS,” kata Muiz.
>>> Tips Membeli Honda HR-V Bekas: Cek Kaki-Kaki, Transmisi, dan AC
Bersamaan dengan proyek ini, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meresmikan perubahan nama Bus Rapid Transportation menjadi Metro Jabar Trans di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Selasa (31/12/2024).
Perubahan nama tersebut bertujuan mendukung perwujudan sistem transportasi terintegrasi di wilayah Bandung Raya.
“Pemerintah pusat akan membangun infrastruktur BRT, sedangkan penyediaan sarananya, termasuk bus listrik, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Jadi, itu bentuk kolaborasi dan komitmen bersama,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi integrasi antarmoda agar angkutan umum menjadi pilihan utama mobilitas harian masyarakat.
Kemenhub menekankan pentingnya keselarasan unsur lingkungan, kecerdasan sistem, dan konektivitas yang kuat dalam pembangunan transportasi modern.
“Apabila kita ingin kota yang lebih bersih, maka diperlukan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Jika ingin mobilitas yang lebih efisien, diperlukan sistem transportasi yang lebih cerdas.
>>> VinFast Buka Pemesanan Tiga Motor Listrik Spesifikasi Khusus Indonesia
Bila menginginkan perjalanan yang semakin terhubung dan seamless, diperlukan konektivitas yang semakin kuat antarmoda dan antarwilayah yang dapat diwujudkan dengan kolaborasi,” kata Muiz.
Update Terbaru
7 HP Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan Performa Gahar untuk Gaming dan Multitasking
Kamis / 21-05-2026, 15:59 WIB
Anduril dan Meta Kembangkan Headset AR Canggih untuk Militer AS
Kamis / 21-05-2026, 15:59 WIB
Cara Mengaktifkan Fitur Bantuan Tidur Bawaan di iPhone
Kamis / 21-05-2026, 15:58 WIB
General Sale The Weeknd Jakarta Dibuka, 18 Ribu Orang Antre
Kamis / 21-05-2026, 15:58 WIB
Pemprov Kalteng Hapuskan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga Juli 2026
Kamis / 21-05-2026, 15:55 WIB
Microsoft Surface Laptop 2026 Resmi Meluncur, Bawa Fitur AI dan Tantang MacBook
Kamis / 21-05-2026, 15:54 WIB
Bocoran iPhone 18: Jadwal Rilis Terpisah dan Kamera Variable Aperture
Kamis / 21-05-2026, 15:54 WIB
Kisah Rotterdam 1982 Menginspirasi Kesuksesan Aston Villa Raih Trofi Eropa
Kamis / 21-05-2026, 15:53 WIB
BYD Beri Sinyal Atto 1 Bakal Diproduksi Lokal di Indonesia
Kamis / 21-05-2026, 15:53 WIB
Daftar Kode Redeem Solo Leveling Arise Terbaru Mei 2026
Kamis / 21-05-2026, 15:50 WIB
Kalista Ungkap Tantangan Infrastruktur Uji Coba Bus Listrik AKAP
Kamis / 21-05-2026, 15:48 WIB
D'Masiv Rilis Lagu Baru dan Bersiap Rekaman di Abbey Road Studios
Kamis / 21-05-2026, 15:48 WIB
Michael Carrick Pertahankan Diogo Dalot di Tengah Rumor Transfer
Kamis / 21-05-2026, 15:48 WIB
Sharp Luncurkan Speaker Portable SASPro Series, Bisa Karaoke dan Live Band Tanpa Kabel
Kamis / 21-05-2026, 15:48 WIB






