Uji coba operasional bus listrik untuk layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang digarap PO Sumber Alam bersama Kalista sempat berjalan pada tahun lalu.

Armada ramah lingkungan tersebut melayani trayek Yogyakarta-Bekasi dengan desain visual bodi bermotif colokan kabel dan tulisan 100% electric vehicle.

>>> Jaecoo Siap Luncurkan SUV Listrik Baru di Indonesia pada 2026

Kalista selaku perusahaan fleets-as-a-service (FaaS) menyediakan ekosistem kendaraan listrik komprehensif. Namun, kelanjutan proyek komersial ini masih membentur sejumlah hambatan besar di lapangan.

Kendala Kapasitas Baterai dan Infrastruktur

Direktur Pengembangan Bisnis Kalista Group, Yoga Adiwinarto, menjelaskan bahwa operasional armada besar untuk rute jarak jauh menghadapi kendala serius.

Persoalan pemenuhan kebutuhan daya dan kesiapan infrastruktur pengisian baterai menjadi faktor penentu utama.

"Purpose-nya pada saat itu kita memang pengen lebih ngetes dari sisi operasionalnya.

Jadi bener nggak sih, kan orang bilang, ah nggak bisa lah (bus) listrik dipakai AKAP dan sebagainya.

Nah itu bisa, nggak ada masalah," kata Yoga di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

"Tapi ya ketika sudah masuk ke sisi komersial, ini yang ada challenge. Kenapa?

Karena salah satunya adalah di sisi infrastruktur mereka. Contoh kayak Jakarta-Yogyakarta itu kemarin kita jalankan 540 km one way.

Ya mungkin kalau kita baterainya kita kebanyakan, bisa aja. Sampai sekali jalan nggak usah nge-charge, cuma nggak bisa bawa orang.

>>> BYD Indonesia Siap Pasarkan M6 DM Produksi Pabrik Subang

Karena udah keberatan si busnya.

Jadi akhirnya kita memang limit di battery capacity, sehingga mereka perlu melakukan charging di tengah-tengah, di jalan tol, di rest area, dan lain-lainnya," ujar Yoga.