PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memilih fokus memacu aktivitas manufaktur untuk pasar domestik dan ekspor. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penurunan penjualan ritel otomotif nasional.

Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, mengonfirmasi bahwa perusahaan terus memantau dinamika industri. Ia menyatakan bahwa produksi Daihatsu tetap tumbuh positif saat penjualan ritel terkoreksi.

>>> Polestar 6 Roadster Hampir Siap, Namun Bukan Prioritas

“Saat ini kami masih memonitor secara keseluruhan.

Walaupun kondisi domestik ada koreksi pasar secara penjualan retail sales (RS), namun tidak secara produksi ADM,” ujar Sri Agung Handayani.

Produksi Domestik dan Ekspor Meningkat

Berdasarkan data Januari hingga April 2026, volume pembuatan mobil Daihatsu untuk pasar lokal mencapai 93.000 unit.

Angka ini tumbuh tipis sekitar 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, pengiriman unit ke luar negeri juga mencatatkan lonjakan signifikan.

>>> Ekspor Mobil PT Astra Daihatsu Motor Naik 33 Persen Hingga April 2026

Perusahaan yang telah mengoperasikan Karawang Assembly Plant 2 sejak 27 Februari 2025 ini mencatatkan ekspor YTD April sebanyak 42.000 unit, naik 33 persen dibanding tahun lalu.

“Bahkan saat ini ada kenaikan export dibanding tahun lalu, yaitu YTD April produksi 42.000 unit naik 33 persen dibanding last year (LY),” kata Sri Agung Handayani.

Peningkatan volume ekspor kini menjadi pilar utama penopang bisnis ADM. Perusahaan berperan sebagai basis produksi global bagi beberapa model kendaraan.

“Saat ini pastinya kita fokus ke pemenuhan demand dulu, baik domestic maupun export, agar customer tidak menunggu lama,” ujar Sri Agung Handayani.

>>> VinFast Sambut Baik Rencana Insentif Mobil Listrik Berdasarkan Jenis Baterai

Aktivitas pengosongan antrean pemesanan ini dilakukan di tengah situasi pasar yang menantang. Indikator retail sales langsung ke konsumen sedang melambat.