Pernyataan Chef Juna dalam podcast bersama Raditya Dika memicu perbincangan luas di media sosial. Komentar juri kompetisi memasak itu terkait kedisiplinan pekerja dapur profesional menjadi perhatian publik.

Dalam perbincangan yang tayang pada Kamis, 21 Mei 2026, Chef Juna menilai masih banyak sumber daya manusia di Indonesia yang belum memiliki standar disiplin tinggi untuk bekerja di dapur profesional.

>>> Sosok Nandya Kekasih Virtual Khalil TokTok Sosok TikToker yang Tertipu Love Scam AI hingga Rugi Puluhan Juta

Ia mencontohkan pengalaman saat salah satu staf dengan posisi Chef de Partie meminta izin tidak masuk kerja karena anaknya sakit.

Menurut Chef Juna, keputusan tersebut dianggap tidak tepat apabila masih ada anggota keluarga lain yang dapat mendampingi anak di rumah.

“Call me heartless, yang sakit kan anaknya. Istrinya ada di rumah. Terus ngapain kamu ikut-ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah anak kamu sembuh tiba-tiba? No,” ujar Chef Juna dalam perbincangan tersebut.

Ia juga menyoroti dampak finansial dari keputusan tidak bekerja saat kondisi ekonomi keluarga justru membutuhkan tambahan biaya pengobatan.

“Anak sudah sakit, perlu biaya pengobatan, kamu enggak kerja lagi, tiba-tiba kan potong gaji,” katanya.

Apa Itu Chef de Partie?

Chef de Partie atau biasa disingkat CDP merupakan posisi penting dalam struktur dapur profesional. Jabatan ini dikenal juga sebagai station chef atau kepala bagian dapur.

Dalam hierarki kitchen profesional, posisi Chef de Partie berada di bawah Sous Chef dan bertanggung jawab langsung terhadap satu area khusus di dapur.

Tugas Chef de Partie

  • Mengelola satu stasiun khusus seperti grill, pastry, sauté, atau garde manger.
  • Memastikan persiapan bahan dan penyajian makanan berjalan sesuai standar.
  • Mengawasi serta membimbing koki junior di area kerjanya.
  • Menjaga kualitas bahan baku, kebersihan, dan keamanan pangan.

Tanggung jawab tersebut membuat posisi Chef de Partie dituntut memiliki disiplin tinggi, kemampuan manajemen waktu, serta konsistensi kerja dalam tekanan operasional dapur profesional.

Karena itulah, pernyataan Chef Juna mengenai budaya kerja di kitchen profesional kembali memunculkan diskusi soal etos kerja dan standar industri kuliner di Indonesia.