Perusahaan pembiayaan kini menyediakan opsi kredit mobil baru dengan tenor panjang hingga 8 tahun. Skema ini bertujuan memberikan cicilan bulanan yang lebih ringan bagi konsumen.

Namun, fasilitas tersebut ternyata masih sepi peminat.

>>> Daihatsu Catat Penjualan Ritel 46.953 Unit hingga April 2026

PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) mengungkapkan bahwa program kredit tenor panjang sebenarnya sudah ada sejak dua hingga tiga tahun lalu.

Marketing & Customer Relations Division Head PT AI-DSO, Tri Mulyono, menyampaikan hal tersebut kepada media.

Tri Mulyono menjelaskan bahwa skema tenor panjang tidak bisa langsung diterapkan oleh perusahaan leasing.

Setiap produk pembiayaan kendaraan harus melewati pengawasan ketat dan mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meskipun menawarkan cicilan per bulan yang lebih murah, permintaan untuk tenor 8 tahun masih sangat rendah.

Menurut Tri, hanya 5 hingga 10 persen dari total pembiayaan kendaraan Daihatsu yang menggunakan tenor tersebut.

>>> 8 Etika Patwal yang Wajib Dipatuhi Petugas Korlantas Polri

Pihak dealer dan perusahaan pembiayaan hanya bertindak sebagai penyedia fasilitas untuk mengakomodasi kebutuhan pasar. Keputusan final tetap dikembalikan kepada kemampuan finansial dan kenyamanan konsumen.

Mayoritas konsumen Daihatsu masih memilih tenor standar, yaitu 4 hingga 5 tahun. Alasan utamanya adalah psikologis konsumen yang enggan terikat utang terlalu lama.

Banyak pembeli merasa bahwa tenor panjang akan membuat mereka jenuh dan terbebani.

"Umumnya orang berpikir, 'wah saya kredit 4 atau 5 tahun aja lah supaya nggak kelamaan'," tambah Tri.

Berdasarkan data retail sales Januari hingga April 2026, penjualan retail Daihatsu tercatat 46.953 unit dengan pangsa pasar 16,3 persen.

>>> BYD Lanjutkan Langkah Hukum Sengketa Merek Denza di Indonesia

Capaian ini menempatkan Daihatsu di posisi kedua penjualan ritel otomotif nasional. Sebanyak 65 persen pembeli adalah first car buyer, dan 72 persen konsumen membeli secara kredit.