Indonesia Koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk Bebaskan WNI yang Disergap Israel
Indonesia Koordinasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk Bebaskan WNI yang Disergap Israel
Pemerintah Indonesia bergerak cepat menyusul penyergapan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) oleh pasukan Israel yang berujung pada penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI).
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan Indonesia telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah guna memastikan keselamatan para relawan tersebut.
Indonesia Gandeng Tiga Negara Sahabat
Menurut Sugiono, koordinasi dilakukan dengan pemerintah Yordania, Turki, dan Mesir. Ketiga negara itu diharapkan membantu memperoleh informasi akurat terkait kondisi dan lokasi para WNI yang ditahan.
Usai rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/5), Sugiono menegaskan perwakilan Indonesia di Timur Tengah terus melakukan pemantauan intensif.
“Saya sendiri sudah meminta perwakilan kita agar berkomunikasi dengan kementerian luar negeri di Yordania, Turki, dan Mesir, untuk mencari informasi yang akurat terkait posisi dan keadaan saudara-saudara kita yang ditangkap,” ujar Sugiono.
>>> DPR Tetapkan 68 RUU Prioritas 2026, Fokus pada Tata Kelola Digital
Indonesia Titipkan Pesan Lewat Negara Mitra
Selain mencari informasi lapangan, komunikasi dengan tiga negara tersebut juga dilakukan untuk menyampaikan sikap Indonesia kepada Israel.
Langkah itu ditempuh karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
“Kami menyampaikan lewat rekan-rekan kita, yang bisa berkomunikasi langsung dengan Israel, untuk memastikan warga negara kita diperlakukan dengan baik,” kata Sugiono.
Pemerintah, lanjut dia, akan memaksimalkan berbagai jalur diplomasi agar seluruh WNI peserta misi kemanusiaan itu dapat segera kembali ke Indonesia dalam kondisi aman.
Tiga Wartawan Nasional Ikut Ditahan
Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya mengonfirmasi sembilan WNI menjadi korban penyergapan dalam pelayaran kemanusiaan menuju Jalur Gaza.
Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan jurnalis media nasional yang tengah menjalankan tugas peliputan.
- Bambang Noroyono dari Republika
- Thoudy Badai dari Republika
- Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan Israel yang menghentikan armada bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawan internasional.
Peristiwa itu dinilai kembali menunjukkan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, khususnya terkait akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza.
Update Terbaru
New York Knicks Catat Comeback Terbesar di Postseason, Kalahkan Cavaliers
Kamis / 21-05-2026, 15:04 WIB
Tren PHK akibat AI Masih Berlanjut, Meta Rumahkan 8.000 Pegawai
Kamis / 21-05-2026, 15:03 WIB
Raffi Ahmad Bantah Tudingan Irfan Hakim Manfaatkan Kekayaannya
Kamis / 21-05-2026, 15:03 WIB
Kolega Bantah Amitabh Bachchan Rawat Inap, Klarifikasi Pemeriksaan Rutin
Kamis / 21-05-2026, 15:03 WIB
Bioskop Trans TV Malam Ini: Captain Phillips dan Stratton
Kamis / 21-05-2026, 14:59 WIB
Carlos Miguel Bela Kualitas Palmeiras Usai Kalah dari Cerro Porteno
Kamis / 21-05-2026, 14:58 WIB
Aptrindo Usulkan Jalan Tengah untuk Kebijakan Zero ODOL 2027
Kamis / 21-05-2026, 14:58 WIB
Jadwal MPL ID S17 Pekan 9: Tujuh Tim Berebut Tiket Playoff
Kamis / 21-05-2026, 14:55 WIB
ShopeePay Bebaskan Biaya Admin untuk Kirim Uang dan Tarik Tunai
Kamis / 21-05-2026, 14:54 WIB
Obsesi Catur Online dan Begadang Antar Emery Juara Liga Europa
Kamis / 21-05-2026, 14:54 WIB
Jadon Sancho Ukir Rekor Spesial Usai Bawa Aston Villa Juara Liga Europa
Kamis / 21-05-2026, 14:53 WIB
Borussia Monchengladbach Cukur SC Spelle-Venhaus Enam Gol dalam Laga Uji Coba
Kamis / 21-05-2026, 14:53 WIB
BYD Resmi Hadirkan Teknologi Plug-In Hybrid DM G.A.S.S di Indonesia
Kamis / 21-05-2026, 14:53 WIB
BYD Gelar Festival Teknologi Elektrifikasi Gratis di GBK Senayan
Kamis / 21-05-2026, 14:49 WIB






