CEO Meta Mark Zuckerberg berupaya menenangkan karyawan setelah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan perusahaan.

Langkah efisiensi ini diambil untuk mengubah orientasi tenaga kerja menghadapi era kecerdasan buatan (AI).

>>> AMD Kuasai 40 Persen Pangsa Pasar PC di Indonesia pada Kuartal I-2026

Meta baru saja memangkas 8.000 karyawan.

Perusahaan juga menutup 6.000 posisi yang awalnya direncanakan untuk direkrut, serta memindahkan 7.000 pekerja ke tim baru yang fokus pada pengembangan AI.

Melalui memo internal, Zuckerberg menyampaikan apresiasi kepada pekerja yang terdampak. Ia menilai situasi saat ini merupakan periode paling dinamis dalam industri teknologi.

Langkah ini juga menjadi upaya meredakan kekecewaan di internal. Banyak karyawan dilaporkan gelisah menyusul PHK, restrukturisasi, dan perombakan manajemen dalam 18 bulan terakhir.

"Saya tegaskan bahwa kami tidak akan melakukan PHK massal di seluruh perusahaan lagi tahun ini," kata Zuckerberg dalam memo tersebut, dikutip dari Financial Times, Kamis (21/5/2026).

"Saya juga ingin mengakui bahwa komunikasi kami tidak sejelas yang kami inginkan, dan itu adalah area yang ingin saya perbaiki," sambungnya.

>>> Google Uji Coba Iklan Berbasis AI Gemini, Lebih Personal dan Relevan

Zuckerberg telah mengucurkan dana miliaran dolar untuk mengembangkan teknologi intelijen super pribadi. Investasi ini dialokasikan untuk membangun pusat data canggih dan merekrut peneliti AI elit dari kompetitor.

Meta berambisi mengejar ketertinggalan dari pesaing seperti Google dan OpenAI dalam menciptakan model AI mutakhir.

Model AI terbaru Meta bernama Muse Spark yang dirilis bulan lalu dinilai menjanjikan, namun performanya masih tertinggal.

Dalam laporan keuangan Januari lalu, manajemen Meta menyatakan belanja modal berpotensi melonjak hingga USD 135 miliar tahun ini.

Di sisi lain, manajemen belum menentukan ukuran ideal jumlah tenaga kerja untuk masa depan.

>>> Happy Asmara Debut sebagai Pengisi Suara di Serial Pokemon

Zuckerberg meyakini implementasi AI dapat meningkatkan efisiensi operasional tenaga kerja. Teknologi ini akan dimanfaatkan untuk otomatisasi sistem pengodean (coding) serta tugas-tugas engineering lainnya.