Aston Villa berhasil menjadi juara Liga Europa musim 2025/2026.

Mereka mengalahkan Freiburg dengan skor 3-0 pada laga final di Tupras Stadyumu, Istanbul, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.

>>> San Antonio Spurs Tak Berkutik Hadapi Oklahoma City Thunder

Tiga gol kemenangan The Villans dicetak oleh Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers. Hasil ini mengantarkan Aston Villa meraih trofi Liga Europa pertama dalam sejarah klub.

Gelar ini juga menjadi trofi Eropa perdana Aston Villa sejak menjuarai European Cup pada tahun 1982. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat reputasi manajer Unai Emery sebagai spesialis kompetisi Eropa.

Emery kini telah mengoleksi lima gelar Liga Europa sepanjang karier kepelatihannya. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari proyek besar jangka panjang klub.

Ambisi dan Konsistensi

“Saya memang orang yang ambisius dan tentu saya membutuhkan dukungan. Pemilik klub, semua orang yang bekerja di klub, para pemain, mereka mengikuti kami,” ujar Emery.

Mantan pelatih Sevilla dan Villarreal itu menambahkan bahwa seluruh elemen klub telah bergerak bersama untuk meraih kesuksesan ini.

“Kami melakukan semuanya bersama-sama. Tapi kami juga harus menetapkan ambisi dengan jelas dan realistis.

Setiap langkah maju yang kami lakukan harus memiliki arti,” kata Emery.

Setelah memastikan lolos ke Liga Champions 2026/2027, fokus klub kini beralih ke kompetisi domestik. Emery menilai Premier League adalah liga paling sulit di dunia.

“Musim depan kami akan bermain di Liga Champions dan itu adalah tantangan besar. Premier League adalah liga paling sulit di dunia,” ujar Emery.

Sang pelatih berharap anak asuhnya terus berkembang untuk memangkas jarak dengan tim papan atas. “Bersaing di tujuh besar, lima besar, atau empat besar adalah sesuatu yang sangat sulit.