Keberhasilan Aston Villa merengkuh takhta juara Liga Europa 2025/2026 bersama manajer Unai Emery mengakhiri masa penantian trofi selama 30 tahun.

Prestasi ini sekaligus membangkitkan memori kejayaan tertinggi klub asal Birmingham tersebut di panggung Eropa.

>>> Michael Carrick Pertahankan Diogo Dalot di Tengah Rumor Transfer

Sebelum Youri Tielemans, Emiliano Buendia, dan Morgan Rogers membawa tim menundukkan Freiburg pada final Liga Europa 2026, Aston Villa pernah berada di puncak tertinggi pada 1982.

Kala itu, Aston Villa membuat kejutan besar dengan menumbangkan raksasa Jerman, Bayern Munchen, di final Piala Champions Eropa.

Malam Bersejarah di De Kuip

Pertandingan yang menjadi bagian dari sejarah besar itu digelar di Stadion De Kuip, Rotterdam, pada 26 Mei 1982.

Aston Villa memastikan kemenangan tipis 1-0 melalui gol ikonik Peter Withe.

Lebih dari empat dekade berlalu, kenangan malam bersejarah tersebut tetap melekat kuat bagi para pendukung.

Momen itu menyisakan cerita unik, mulai dari gol tidak biasa Peter Withe, aksi penyelamatan gemilang kiper pengganti Nigel Spink, hingga atmosfer santai skuad sebelum laga dimulai.

Gol Kontroversial Peter Withe

Gol penentu kemenangan Aston Villa tercipta pada menit ke-67 lewat aksi Peter Withe.

Detik-detik krusial tersebut terekam dalam komentar legendaris Brian Moore di televisi Inggris: "It must be. It is.

Peter Withe!"

Bagi Peter Withe, gol tersebut diakui bukan yang terindah, namun menjadi yang paling krusial dalam kariernya.

Sentuhan kaki yang kurang sempurna justru membuat bola bergulir melewati garis gawang Bayern Munchen.

"Tony Morley melewati bek lawan ke kiri dan kanan.

Klaus Augenthaler awalnya menjaga saya, tapi kemudian bergerak menutup ruang sehingga saya bebas di kotak enam yard," ujar Withe.